Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

UAE Tutup Sementara Ruang Udara Akibat Serangan Rudal dan Drone Iran, Operasi Bandara Kembali Normal dalam Hitungan Jam

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 17 Maret 2026 | 11:09 WIB

Maskapai Emirates turut terdampak perang Iran.
Maskapai Emirates turut terdampak perang Iran.

DUBAI, 17 Maret 2026 – United Arab Emirates (UAE) sempat menutup ruang udaranya secara sementara pada Selasa dini hari (17 Maret 2026 WIB) menyusul ancaman serangan rudal dan drone dari Iran.

Penutupan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan luar biasa demi keselamatan penerbangan dan wilayah negara tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan UAE, sistem pertahanan udara negara itu sedang aktif menanggapi ancaman rudal balistik serta drone yang datang dari arah Iran.

Penutupan ruang udara diumumkan oleh General Civil Aviation Authority (GCAA) sebagai "exceptional precautionary measure" di tengah perkembangan keamanan regional yang sangat cepat berubah.

Akibat penutupan tersebut, operasi penerbangan di bandara-bandara utama seperti Dubai International Airport (DXB) dan Abu Dhabi sempat terganggu.

Maskapai besar seperti Emirates dan Etihad terdampak, dengan sejumlah penerbangan dialihkan atau ditunda.

Beberapa rute penerbangan antar benua Eropa-Asia kini terpaksa melewati jalur alternatif yang lebih panjang, termasuk melalui wilayah Afghanistan yang dianggap relatif lebih aman di tengah eskalasi konflik.

Namun, durasi penutupan ruang udara relatif singkat.

Hanya beberapa jam setelah pengumuman, GCAA menyatakan operasi lalu lintas udara telah kembali normal.

"Air traffic operations return to normal," demikian update resmi yang dirilis pagi ini.

Kejadian ini menjadi bagian dari eskalasi konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Sejak akhir Februari 2026, serangan balasan berulang telah menyebabkan penutupan ruang udara berulang kali di kawasan Teluk, mengganggu jalur penerbangan internasional dan menimbulkan kerugian miliaran dolar bagi sektor aviasi serta pariwisata.

Netizen di media sosial, termasuk di platform X, menunjukkan kekhawatiran atas dampak ekonomi dan keselamatan. Beberapa pengguna mengkritik biaya perang yang terus membengkak, sementara yang lain mempertanyakan keamanan Dubai sebagai salah satu hub penerbangan terbesar dunia di tengah ketegangan geopolitik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan di wilayah UAE akibat insiden pagi ini. Pemerintah UAE menegaskan komitmennya untuk melindungi wilayah dan warganya sambil terus memantau situasi keamanan regional. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#emirates #perang teluk #perang iran #iran vs amerika