Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Trump Desak 7 Negara Bantu Buka Kembali Selat Hormuz yang Diblokir Iran, Jepang dan Australia Tolak Kirim Kapal Perang

Iwa Ikhwanudin • Senin, 16 Maret 2026 | 15:17 WIB

Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree menjadi korban serangan di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.
Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree menjadi korban serangan di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak sekitar tujuh negara untuk bergabung membentuk koalisi internasional guna membuka kembali Selat Hormuz yang vital bagi perdagangan minyak dunia.

Selat tersebut sebagian besar diblokir oleh Iran di tengah perang yang sedang berlangsung antara AS-Israel melawan Teheran.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan pemerintahannya sedang bernegosiasi dengan sejumlah negara untuk mengamankan jalur air tersebut dan melindungi kapal-kapal tanker minyak yang terjebak.

Selat Hormuz merupakan jalur penting yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak global, dan pemblokiran ini telah menyebabkan lonjakan harga minyak dunia hingga 15 persen sejak awal Maret 2026.

"Negara-negara yang bergantung pada minyak melalui Selat Hormuz harus ikut bertanggung jawab melindungi jalur itu," ujar Trump, seraya menekankan bahwa Amerika Serikat siap membantu secara besar-besaran, meski ia menegaskan AS tidak terlalu bergantung pada jalur tersebut berkat produksi minyak domestiknya.

Namun, upaya Trump mendapat respons dingin dari beberapa sekutu utama. Jepang dan Australia secara tegas menyatakan tidak berencana mengirim kapal perang ke kawasan Timur Tengah untuk misi pengawalan kapal tanker.

Penolakan ini menunjukkan keraguan sekutu terhadap risiko eskalasi konflik yang lebih luas.

Trump juga menekan China untuk turut serta, bahkan mengancam akan menunda pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping jika Beijing tidak memberikan kontribusi.

Ia juga memperingatkan NATO bahwa masa depan aliansi tersebut bisa "sangat buruk" jika sekutu tidak membantu membuka kembali selat tersebut.

Reaksi di media sosial dan dunia internasional beragam.

Banyak netizen mempertanyakan pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim kemenangan cepat dalam perang, namun kini meminta bantuan internasional.

"Dulu bilang sudah menang, sekarang minta tolong?" tulis salah satu pengguna X (Twitter).

Baca Juga: Prediksi Skor Brentford vs Wolves Premier League Selasa 17 Maret 2026

Perang AS-Israel-Iran yang memasuki pekan ketiga ini telah mengganggu arus minyak global secara signifikan.

Tanker-tanker terjebak, beberapa kapal diserang, dan harga BBM di berbagai negara termasuk Indonesia berpotensi naik lebih tinggi jika situasi tidak segera terkendali.

Analis energi memprediksi, tanpa terobosan diplomatik atau aksi militer terkoordinasi, blokade Selat Hormuz bisa berlangsung lebih lama dan memicu krisis energi global.

Pemerintah Indonesia diharapkan memantau ketat dampaknya terhadap pasokan BBM dan stabilitas harga di dalam negeri. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Perang iran vs israel dan amerika #minyak dunia #selat hormuz #harga minyak dunia