Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Iran Tetapkan 3 Syarat Damai di Tengah Perang dengan AS-Israel: Serangan Tanker Minyak di Irak Bikin Harga BBM Dunia Melambung

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 14 Maret 2026 | 04:02 WIB

Sebuah tanker minyak diserang di perairan Irak dalam konflik Iran Amerika dan Israel ((12/3/2026).
Sebuah tanker minyak diserang di perairan Irak dalam konflik Iran Amerika dan Israel ((12/3/2026).

TEHRAN - Perang Iran-AS-Israel memasuki hari ke-13 pada Kamis (12/3/2026), ditandai serangan mematikan terhadap dua kapal tanker minyak di perairan Irak. Tehran langsung mengeluarkan tiga syarat utama untuk perdamaian, sementara harga minyak dunia kembali melonjak di atas $100 per barel, berpotensi memengaruhi harga BBM di Indonesia.

Konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel terus memanas. Pada Kamis, 12 Maret 2026, dua kapal tanker minyak asing menjadi sasaran serangan di perairan Irak dekat pelabuhan al-Faw dan Basra, menyebabkan kebakaran hebat dan setidaknya satu awak tewas.

Menurut laporan Al Jazeera dan pejabat Irak, serangan dilakukan menggunakan perahu muatan peledak yang diduga berasal dari Iran. Salah satu tanker yang terkena adalah milik perusahaan AS dan berbendera Marshall Islands. Akibat insiden ini, Irak terpaksa menangguhkan operasi terminal ekspor minyaknya, memperburuk gangguan pasokan energi global.

Iran mengklaim tanggung jawab atas salah satu serangan tersebut sebagai bagian dari respons terhadap serangan udara AS-Israel yang terus menghantam wilayahnya, termasuk ibu kota Tehran.

Di tengah eskalasi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan tiga syarat mutlak agar Tehran bersedia membuka negosiasi perdamaian:

1. Pengakuan hak-hak sah Iran oleh pihak lawan.  

2. Pembayaran ganti rugi (reparasi) atas kerusakan akibat perang.  

3. Jaminan internasional yang mengikat agar Iran tidak diserang lagi di masa depan.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap serangan berkelanjutan dari AS dan Israel, yang telah memasuki hari ke-13. Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, juga menegaskan akan terus menutup Selat Hormuz—jalur vital 1/5 pasokan minyak dunia—untuk menekan musuhnya.

Serangan terhadap kapal tanker ini memicu lonjakan harga minyak Brent di atas $103 per barel, level tertinggi sejak 2022. Ancaman penutupan Selat Hormuz membuat pasar energi dunia panik, dengan prediksi harga bisa mencapai $200 per barel jika konflik tak kunjung reda.

Bagi Indonesia sebagai importir minyak, kenaikan ini berpotensi menekan harga BBM domestik dan inflasi. Pemerintah diminta waspada terhadap dampak rantai pasok energi global.

AS melaporkan kerugian, termasuk jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar di Irak yang menewaskan awaknya. Sementara itu, serangan rudal dan drone Iran dicegat oleh negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, UAE, Qatar, dan Kuwait.

Perang ini telah mengganggu perdagangan minyak di Teluk Persia, dengan lebih dari 16 kapal komersial diserang sejak konflik dimulai. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#syarat damai Iran #serangan tanker minyak Irak #dampak perang Timur Tengah Indonesia #selat hormuz #AS Israel Iran #harga minyak dunia #Iran perang 2026