WASHINGTON - Washington merilis rekaman serangan presisi yang menghancurkan tiga pesawat militer Iran di Bandara Ayatollah Hashemi Rafsanjani, Kerman.
Footage ini menjadi bukti terbaru eskalasi konflik AS-Iran yang memanas sejak awal Maret 2026.
Pusat Komando Amerika Serikat (U.S. Central Command atau CENTCOM) merilis footage eksklusif yang menunjukkan serangan udara menghancurkan tiga pesawat angkut dan pengintai milik Angkatan Udara Iran di Bandara Ayatollah Hashemi Rafsanjani, Kerman, Iran tenggara.
Dalam video berdurasi singkat yang diunggah CENTCOM melalui akun resmi mereka, terlihat ledakan presisi menghantam pesawat C-130H Hercules dan P-3F Orion buatan Amerika Serikat, serta satu unit Ilyushin Il-76 buatan Rusia.
Ketiga pesawat tersebut tampak hancur total akibat hantaman rudal atau bom berpemandu.
Menurut pernyataan CENTCOM, serangan ini bagian dari operasi berkelanjutan untuk melemahkan kemampuan militer rezim Iran yang dinilai mengancam pasukan AS dan sekutu regional.
“Kemampuan rezim Iran untuk memengaruhi pasukan AS dan mitra regional terus menurun drastis, sementara kekuatan tempur Amerika semakin bertambah,” tulis CENTCOM dalam keterangan resmi.
Pesawat yang Dihancurkan
- C-130H Hercules: Pesawat angkut taktis buatan AS yang pernah dipasok ke Iran sebelum Revolusi 1979.
- P-3F Orion: Pesawat pengintai maritim dan anti-kapal selam, varian khusus yang dioperasikan Angkatan Udara Iran (IRIAF).
- Ilyushin Il-76: Pesawat kargo berat asal Rusia, digunakan untuk logistik militer jarak jauh.
Bandara Ayatollah Hashemi Rafsanjani di Kerman dikenal sebagai fasilitas ganda (sipil-militer) dan menjadi salah satu target strategis dalam eskalasi konflik AS-Iran-Israel yang memasuki hari-hari krusial pada Maret 2026.
Sebelumnya, serangan juga dilaporkan menghantam fasilitas bahan bakar dan gudang di bandara yang sama, menyebabkan kepulan asap hitam tebal terlihat dari kejauhan.
Konteks Eskalasi Konflik
Serangan ini terjadi di tengah operasi udara besar-besaran yang disebut “Operation Epic Fury” oleh pihak AS.
CENTCOM mengklaim telah menghantam ribuan target di wilayah Iran, termasuk situs rudal balistik, kapal perang, dan infrastruktur militer lainnya.
Footage serangan di Kerman menjadi salah satu rilisan terbaru yang langsung viral di media sosial dan platform berita internasional.
Sementara itu, pihak Iran melalui media resmi seperti Tasnim menyebut serangan tersebut merusak sebagian infrastruktur bandara dan beberapa pesawat lama yang sudah tidak beroperasi.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai korban jiwa dari insiden ini.
Rilis footage ini langsung memicu beragam reaksi. Pendukung Iran menyebutnya sebagai “agresi terbuka”, sementara pihak yang mendukung AS menilai langkah ini perlu untuk menekan ancaman rudal dan proxy Iran di Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan (Rabu, 12 Maret 2026), belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI terkait eskalasi ini.
Pemerintah Indonesia terus memantau situasi dan menyerukan de-eskalasi serta penyelesaian damai di kawasan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin