Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

IRGC Iran Umumkan: Mulai Sekarang Hanya Rudal Berhulu Ledak 1 Ton ke Atas Lawan Israel! Eskalasi Baru di Tengah Perang AS-Israel-Iran

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 10 Maret 2026 | 15:16 WIB

Rudal balistik Korea Utara meluncur di Laut Timur, kembali menciptakan ketegangan di Kawasan Asia.
Rudal balistik Korea Utara meluncur di Laut Timur, kembali menciptakan ketegangan di Kawasan Asia.

TEHRAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pergeseran strategi militer signifikan: mulai sekarang, Iran tidak lagi meluncurkan rudal dengan hulu ledak lebih ringan dari 1 ton (1000 kg) terhadap target AS dan Israel.

Pernyataan ini disampaikan Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Brigjen Majid Mousavi, Senin (10/3/2026), di tengah eskalasi konflik regional yang semakin memanas.

Menurut laporan Anadolu Agency, Jerusalem Post, dan berbagai sumber intelijen, kebijakan baru ini menandakan fase taktis baru.

Rudal dengan muatan lebih berat dijanjikan memiliki daya hancur lebih besar, jangkauan lebih luas, dan radius ledak yang jauh lebih mematikan—bahkan dua kali lipat dibanding rudal sebelumnya.

Ini termasuk rudal seperti Khorramshahr-4 (kapasitas hingga 1,5–1,8 ton) dan Kheibar Shekan yang telah digunakan dalam gelombang serangan terbaru Operation True Promise 4.

“Mulai sekarang, tidak ada lagi rudal dengan hulu ledak di bawah 1 ton yang akan diluncurkan,” tegas Mousavi.

Ia juga menjanjikan peningkatan intensitas, frekuensi, dan cakupan serangan rudal, termasuk target di Israel seperti Tel Aviv, Haifa, Ben Gurion Airport, dan basis militer.

Pengumuman ini datang setelah serangan rudal Iran baru-baru ini, di mana IRGC melaporkan peluncuran 10 rudal super-berat berhulu ledak 1 ton ke Tel Aviv.

Beberapa laporan menyebut rudal Khorramshahr-4 berhasil menembus pertahanan udara Israel, meski Israel mengklaim sebagian besar dicegat.

Analis militer menilai langkah ini sebagai respons terhadap degradasi stok rudal presisi Iran akibat serangan balasan AS-Israel yang masif.

Dengan beralih ke rudal “berat” dan taktik saturasi (serangan massal untuk membanjiri sistem pertahanan seperti Iron Dome), Iran berupaya memaksimalkan dampak destruktif meski dengan akurasi lebih rendah.

Konflik ini telah memicu kekhawatiran global, termasuk potensi lonjakan harga minyak dan ancaman rantai pasok energi.

Indonesia, sebagai negara dengan ketergantungan impor energi, perlu mewaspadai dampak tidak langsung dari eskalasi ini.

Situasi Timur Tengah semakin tidak menentu. Pantau terus perkembangan, karena ancaman rudal 1 ton+ ini bisa mengubah dinamika perang secara drastis. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ICBM #perang iran #rudal balistik