Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! Video Perang Israel-Iran Banjiri Medsos, BBC Ungkap Ada Rekayasa AI dan Hoax Game, Ini Cara Deteksinya!

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 5 Maret 2026 | 07:16 WIB

Gelombang informasi palsu dan video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) membanjiri lini masa media sosial.
Gelombang informasi palsu dan video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) membanjiri lini masa media sosial.

RADAR JOGJA - Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, gelombang informasi palsu dan video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) membanjiri lini masa media sosial. Fenomena ini diungkap tuntas oleh BBC Verify dalam sebuah Instagram Reel yang kini banyak dibagikan, menyerukan kewaspadaan tinggi bagi publik, termasuk di Yogyakarta, untuk menyaring informasi di era digital ini. 

BBC Verify, unit verifikasi fakta dari BBC, menyoroti bagaimana konten palsu ini seringkali terlihat lebih dramatis dan meyakinkan, sehingga mudah viral dan disalahpahami sebagai kejadian nyata. Koresponden BBC Verify, Merlyn Thomas, menjelaskan bahwa banyak video yang mengklaim sebagai rekaman asli dari perang, ternyata adalah hasil manipulasi atau bahkan potongan dari video game.

Salah satu contoh paling mencolok adalah video yang telah ditonton lebih dari 70 juta kali. Video ini menampilkan sebuah rudal Iran menyerang jet tempur AS, namun setelah ditelusuri, rekaman tersebut adalah cuplikan dari video game dan bukan kejadian nyata di medan perang. "Beberapa video palsu, seperti yang ini, lebih jelas terlihat. Kembang api di sini tidak pada tempatnya," ujar Thomas, membandingkan video palsu dengan gambar yang terverifikasi menunjukkan kepulan asap, bukan bola api besar, dari sebuah ledakan asli.

Ancaman Disinformasi di Tengah Konflik Global:

Merlyn Thomas juga menyoroti kasus citra satelit palsu. Sebuah unggahan di media sosial mengklaim menunjukkan peralatan radar AS yang hancur, namun setelah diverifikasi, citra tersebut ternyata merupakan rekayasa AI yang mengambil basis dari tampilan satelit Google Maps tahun lalu, dengan detail mobil yang berada di posisi persis sama. Ini menunjukkan betapa canggihnya rekayasa yang bisa mengecoh mata awam. 

Fenomena disinformasi ini bukan hanya mengkhawatirkan karena menyebarkan kebohongan, tetapi juga karena dapat memicu kepanikan, memperkeruh suasana, bahkan mempengaruhi opini publik terhadap suatu konflik. Dalam kondisi emosional dan tensi tinggi, kemampuan untuk membedakan antara fakta dan fiksi menjadi sangat krusial.

Bagaimana Publik di Yogyakarta Bisa Mendeteksi Video Palsu?

Perhatikan Detail yang Tidak Wajar: Seperti disebutkan BBC Verify, perhatikan elemen yang terasa ganjil, seperti kembang api di zona perang atau efek ledakan yang terlalu dramatis seperti di film. Video game seringkali memiliki grafis yang terlalu sempurna atau tidak realistis.

Cek Sumber Asli: Selalu verifikasi sumber video. Apakah berasal dari media terkemuka yang kredibel seperti BBC Verify, atau dari akun tak dikenal di media sosial?

Gunakan Pencarian Gambar Terbalik: Unggah screenshot atau bagian dari video ke mesin pencari gambar terbalik (misalnya Google Images atau TinEye) untuk melihat apakah video tersebut pernah muncul dalam konteks lain atau telah dibantah.

Perhatikan Konsistensi: Apakah visual, audio, dan narasi dalam video konsisten? Teknologi deepfake kadang masih memiliki celah ketidaksempurnaan, terutama pada detail kecil.

Cari Konfirmasi dari Berbagai Sumber: Jangan langsung percaya pada satu video atau unggahan. Cari konfirmasi dari beberapa kantor berita terkemuka dan terverifikasi untuk memastikan kebenaran informasi.

BBC News mengingatkan bahwa di masa konflik, jumlah video palsu dan misinformasi yang beredar belum pernah terjadi sebelumnya. Video palsu seringkali dirancang untuk menjadi dramatis, yang membuatnya sangat menarik dan mudah untuk dibagikan. Oleh karena itu, penting bagi kita semua, termasuk warga di Yogyakarta yang aktif di media sosial, untuk menjadi konsumen informasi yang cerdas dan kritis. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#berita bohong #BBC News #perang iran #hoax