RADAR JOGJA – Pemerintah Spanyol secara tegas membantah klaim Gedung Putih yang menyatakan adanya kesepakatan kerja sama militer dengan Amerika Serikat.
Madrid menolak permintaan penggunaan pangkalan militer bersama di Rota (Cádiz) dan Morón de la Frontera (Sevilla) untuk mendukung operasi militer terhadap Iran dalam Operasi Epic Fury yang dilakukan AS dan Israel.
Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares menegaskan, “Pangkalan militer Spanyol tidak digunakan dan tidak akan digunakan untuk operasi apa pun di luar kesepakatan bilateral dengan AS atau yang bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
”Pernyataan ini muncul setelah Menteri Pertahanan Margarita Robles menyatakan bahwa “tidak ada bantuan apa pun, sama sekali tidak ada” yang diberikan dari wilayah Spanyol untuk serangan tersebut.
“Setiap penggunaan pangkalan harus mendapat persetujuan eksplisit dari Spanyol dan sesuai hukum internasional,” tambah Robles.
Kontroversi ini meledak setelah akun @spectatorindex di platform X memposting penolakan resmi dari Moncloa terhadap pernyataan Gedung Putih.
Postingan tersebut langsung viral dan memicu perdebatan global tentang posisi Spanyol di tengah krisis Timur Tengah.
Respons terhadap Ancaman Trump
Presiden AS Donald Trump bereaksi keras dengan mengancam akan memberlakukan embargo perdagangan total terhadap Spanyol jika permintaan penggunaan pangkalan tidak dipenuhi.
Namun, sumber diplomatik Eropa menyebut kemungkinan ancaman itu terealisasi sangat rendah, hanya sekitar 8% menurut pasar prediksi seperti Polymarket.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez membela sikap Madrid dengan membandingkan eskalasi perang saat ini seperti “bermain roulette Rusia” yang membahayakan jutaan nyawa.
“Eropa harus menjadi suara moderasi dan keseimbangan, bukan menambah kekerasan,” tegas Sánchez. Ia menekankan komitmen Spanyol pada de-eskalasi, dialog, dan penghormatan hukum internasional.
Spanyol memilih jarak dari sikap Prancis, Jerman, dan Inggris yang lebih terbuka mendukung aksi “proporsional”. Pemerintah Spanyol telah mengevakuasi warganya dari Iran melalui rute alternatif dan terus mengutuk serangan sepihak tanpa mandat PBB.
Konteks Konflik
Pangkalan Rota dan Morón, yang strategis bagi NATO dan digunakan bersama sejak 1950-an, sempat menjadi lokasi keberangkatan puluhan pesawat tanker AS (KC-135) ke negara Eropa lain setelah penolakan Spanyol. Langkah ini memperkuat kedaulatan Spanyol atas fasilitas militernya dan mengirim sinyal kuat bahwa Madrid tidak akan terlibat dalam aksi yang dianggap tidak berdasar atau melanggar multilateralisme. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin