Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Konflik Iran dengan AS-Israel Picu Sentimen Global, BI Pastikan Stabilitas Rupiah

Magang Radar Jogja • Senin, 2 Maret 2026 | 18:05 WIB

Ilustrasi Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt/am)
Ilustrasi Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt/am)
Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus mengamati pergerakan pasar secara cermat dan mengambil langkah responsif guna menjaga stabilitas, termasuk memastikan nilai tukar rupiah sejalan dengan fundamental ekonomi, ditengah meningkatnya sentimen risk off akibat ketegangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bank sentral akan tetap hadir di pasar untuk melakukan intervensi.

Intervensi dilakukan melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di dalam negeri.

“BI juga akan terus mengoptimalkan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga,” kata Erwin dikutip dari Antara News (2/3).

Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, rupiah tercatat melemah 42 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.829 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.787 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS.

Menurutnya, pelaku pasar cenderung mengalihkan dana dari aset berisiko ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Eskalasi konflik bermula ketika pada Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Sebelumnya, putaran ketiga perundingan antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran yang berlangsung di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan berarti pada Kamis malam (26/2).

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi semakin memanas setelah pada Minggu (1/3), Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.

Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar tersebut.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan aktivitas pemerintahan selama sepekan setelah Ali Khamenei meninggal dunia.

Untuk sementara, tugas kepemimpinan negara dijalankan oleh Presiden Iran, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali Iran hingga proses transisi kepemimpinan berlangsung.

Penulis : Lutfiyah Salsabil

Editor : Bahana.
#Stabilitas Rupiah #BI #Konflik Iran Amerika Serikat Israel