Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Trump Umumkan 3 Prajurit AS Gugur dalam Operation Epic Fury Lawan Iran, Operasi Berlanjut Ahead of Schedule

Iwa Ikhwanudin • Senin, 2 Maret 2026 | 06:37 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump secara resmi mengumumkan gugurnya tiga prajurit AS dalam aksi militer Operation Epic Fury
Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump secara resmi mengumumkan gugurnya tiga prajurit AS dalam aksi militer Operation Epic Fury

WASHINGTON - Presiden Donald Trump berduka atas gugurnya tiga tentara Amerika dalam serangan militer besar-besaran Operation Epic Fury terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran.

Operasi bersama sekutu berjalan lancar meski ada korban jiwa pertama.

Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump secara resmi mengumumkan gugurnya tiga prajurit AS dalam aksi militer Operation Epic Fury, operasi besar untuk menghancurkan ancaman nuklir dan rudal balistik Iran.

Dalam pernyataan yang diposting akun resmi @WhiteHouseI di platform X (sebelumnya Twitter) pada Minggu (1/3/2026) malam waktu AS, Trump menyampaikan duka cita mendalam atas pengorbanan para patriot Amerika tersebut.

“Sebagai satu bangsa, kita berduka atas para patriot Amerika sejati yang telah memberikan pengorbanan tertinggi demi negara kita… Kami menyampaikan cinta yang luar biasa dan rasa terima kasih abadi kepada keluarga para gugur,” tulis Trump mengutip pernyataan resmi CENTCOM.

Pengumuman ini muncul menyusul peluncuran Operation Epic Fury yang dimulai sekitar 36-48 jam sebelumnya.

Operasi tersebut melibatkan serangan udara masif terhadap ratusan target di Iran, termasuk fasilitas Garda Revolusi, sistem pertahanan udara, situs produksi rudal, dan armada laut Iran.

Menurut update dari Presiden Trump dalam video briefing, operasi berjalan “sangat baik dan lebih cepat dari jadwal” (ahead of schedule).

Beberapa pencapaian yang disebutkan meliputi penghancuran sembilan kapal perang Iran serta degradasi signifikan terhadap jaringan proxy dan program nuklir Teheran.

Operation Epic Fury digambarkan sebagai respons tegas setelah puluhan tahun agresi Iran, termasuk dukungan terhadap terorisme global dan pengejaran senjata nuklir meski telah melalui beberapa putaran diplomasi.

Operasi ini dilakukan bersama sekutu regional, termasuk Israel (yang menyebutnya Operation Roaring Lion), dan mendapat dukungan dari sejumlah negara Teluk.

Meski menuai pujian dari pendukung kebijakan “peace through strength”, operasi ini juga memicu kontroversi.

Sejumlah kritik menyebut korban jiwa AS sebagai akibat eskalasi yang tidak perlu, sementara pihak lain memperingatkan risiko perang berkepanjangan di Timur Tengah.

Hingga berita ini diturunkan, identitas ketiga prajurit AS yang gugur belum dirilis menunggu pemberitahuan kepada keluarga.

Trump menegaskan operasi akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan tercapai, termasuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Pemerintah AS dijadwalkan memberikan briefing kepada Kongres terkait perkembangan Operation Epic Fury dalam waktu dekat. (iwa) 

Sumber: Pernyataan resmi White House via X (@WhiteHouse), update CENTCOM, dan laporan media internasional.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Epic Fury #operasi #donald trump #ali khamenei