Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ledakan Bom di TPS Gopalganj Bangladesh Lukai 3 Orang, Termasuk Anak Perempuan, Pemilu 2026 Makin Tegang!

Editor Content • Kamis, 12 Februari 2026 | 13:52 WIB
Ilustrasi ledakan bom.
Ilustrasi ledakan bom.

DHAKA – Suasana pemilu parlemen Bangladesh 2026 semakin mencekam setelah sebuah ledakan bom rakitan (crude bomb) terjadi di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di Gopalganj, melukai tiga orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 14 tahun.

Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang membayangi proses demokrasi di negara Asia Selatan tersebut.

Menurut laporan, ledakan terjadi 12 Februari 2026 sekitar pukul 9 pagi waktu setempat di Reshma International School, yang dijadikan pusat pemungutan suara di Gopalganj Sadar.

Dua anggota pasukan paramiliter Ansar yang bertugas menjaga keamanan TPS serta seorang remaja putri bernama Amena Khanam menjadi korban.

"Voting berlangsung damai hingga pelaku melempar cocktail dari seberang kanal di luar sekolah," kata petugas polisi Jahidul Islam, seperti dikutip dari Prothom Alo.

Ini bukan insiden pertama di Gopalganj. Malam sebelum pemilu, yaitu Rabu (11 Februari), setidaknya tujuh ledakan bom rakitan terjadi di dekat pusat-pusat pemungutan suara di wilayah Gopalganj-2 dan Gopalganj-3.

Ledakan-ledakan tersebut, yang berlangsung antara pukul 19.00 hingga 20.30, menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat, meski tidak ada korban jiwa.

Polisi menduga aksi ini bertujuan untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat jelang hari pencoblosan.

Pemilu parlemen ke-13 Bangladesh ini digelar di tengah keamanan ketat, dengan lebih dari 127 juta pemilih yang memenuhi syarat.

Kontes utama melibatkan Bangladesh Nationalist Party (BNP) yang dipimpin Tarique Rahman sebagai frontrunner, melawan koalisi 11 partai yang dipimpin Jamaat-e-Islami.

Namun, oposisi seperti Awami League dilaporkan memboikot pemilu, menambah ketegangan politik.

Tingkat partisipasi pemilih awal dilaporkan rendah, hanya sekitar 20%, dipengaruhi oleh kekhawatiran akan kekerasan lebih lanjut.

Baca Juga: Ketua Badan Tim Nasional PSSI, Sumardji: Belum Ada Surat Resmi Kita Tidak Ikut Asian Games

Kekerasan pemilu bukan hal baru di Bangladesh. Pada pemilu 2018, lebih dari 20 orang tewas akibat bentrokan serupa.

Kini, insiden di Gopalganj menyoroti isu keamanan yang lebih luas, termasuk serangan pisau, ancaman, dan dugaan suap suara di berbagai distrik seperti Bogura dan Sylhet.

"Situasi menakutkan ini menghantui pemilu," kata seorang analis politik dalam laporan Al Jazeera.

Pihak berwenang Bangladesh telah mengerahkan ribuan personel keamanan untuk mengawal proses pemungutan suara yang berlangsung hingga sore hari.

Namun, warga diimbau tetap waspada. Apakah kekerasan ini akan memengaruhi hasil pemilu? (iwa)

Catatan: Image merupakan olahan Grok AI

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ledakan bom #pemilu Bangladesh #bom rakitan