RADAR JOGJA - Saif al-Islam Khadafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Khadafi, ditemukan tewas di kediamannya di Kota Zintan, Libya, pada Senin (2/2/2026).
Berdasarkan laporan media internasional, Saif al-Islam diduga dibunuh oleh sekelompok pria bersenjata yang masuk ke rumahnya.
Peristiwa tersebut kini tengah diselidiki oleh otoritas setempat untuk mengungkap motif serta identitas para pelaku.
Kabar kematian Saif al-Islam pertama kali dikonfirmasi oleh penasihat politiknya serta pengacaranya, yang menyatakan bahwa pria berusia 53 tahun itu ditemukan tewas di rumahnya.
Menurut keterangan yang tersebar, para pelaku bersenjata datang secara mendadak sebelum akhirnya melancarkan serangan.
Hingga kini, pihak berwenang di Libya masih menyelidiki motif serta identitas para pelaku.
Saif al-Islam dikenal sebagai sosok yang sempat dianggap sebagai penerus potensial rezim ayahnya sebelum kejatuhan Gaddafi pada 2011.
Ia pernah ditahan dan kemudian dibebaskan pada 2017, serta sempat muncul kembali di gelanggang politik ketika mendaftarkan diri sebagai calon presiden Libya pada 2021, meskipun kemudian pencalonannya terhambat oleh berbagai masalah hukum dan politik.
Kematian Saif al-Islam Gaddafi menjadi babak baru dalam dinamika panjang politik Libya pascakonflik, di tengah upaya negara itu mencapai stabilitas setelah bertahun-tahun dilanda perpecahan pemerintahan dan kekerasan antarmilisi. (Salwa Caesy)
Editor : Meitika Candra Lantiva