Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dituding Melakukan Aktivitas Terorisme, ICE Amerika Serikat Tembak Mati Seorang Wanita

Magang Radar Jogja • Senin, 12 Januari 2026 | 16:04 WIB

Renee Nicole Good, warga AS yang ditembak mati oleh petugas ICE (X/@BaateinStockKi)
Renee Nicole Good, warga AS yang ditembak mati oleh petugas ICE (X/@BaateinStockKi)
RADAR JOGJA - United States (U.S.) Immigration and Customs Enforcement (ICE) atau Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (AS) dan negara-negara bagian menembak mati seorang wanita bernama Renee Nicole Good pada Rabu (7/1) di Minneapolis, AS.

Saat dihadang petugas ICE, Good yang pada saat itu hendak pergi untuk merawat beberapa tetangganya berusaha menghindar dengan membawa mobilnya.

Tidak disangka, salah satu petugas ICE menembakkan timah panas sebanyak tiga kali ke kepala Good dan membuatnya tidak sadarkan diri. Good sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Dikutip dari British Broadcasting Corporation (BBC) News Indonesia, Good merupakan pengamat hukum aktivitas aparat AS di Minneapolis, ia juga diketahui baru saja pindah ke kota tersebut.

Namun, pemerintah AS menganggap tugas yang dilakukan Good merupakan aktivitas terorisme domestik.

Selain pengamat hukum, Good merupakan seorang penyair yang menerima penghargaan sastra dari Academy of American Poets.

Ibu dari tiga anak tersebut juga sempat menempuh pendidikannya di Universitas Old Dominion, Virginia, AS.

Kematian Good pun memicu gelombang protes di AS. Kabar tersebut juga tersebar ke berbagai negara dan ICE menuai kecaman dari publik, termasuk Wali Kota Minneapolis Jacob Frey.

Dalam pesannya, Frey menunjukkan kemarahannya dan mengecam tindakan ICE yang dianggap merugikan penduduk Minneapolis.

“Alasan awal kalian berada di kota ini untuk menciptakan rasa aman. Namun, yang kalian lakukan justru sebaliknya. Orang-orang terluka, keluarganya tercerai berai,” kecam Frey.

Selain itu, Frey juga menuntut pertanggung jawaban atas teror yang dilakukan ICE terhadap penduduk Minneapolis.

“Penduduk yang sudah lama menetap dan berkontribusi besar bagi kota Minneapolis, budaya kami dan perekonomian kami kini diteror, bahkan ada yang tewas. Itu tanggung jawab kalian,” tegas Frey.

Frey pun mengutuk ICE dan meminta agar para petugas di bawah perintah Presiden AS Donald John Trump tersebut keluar dari Minneapolis.

“Untuk ICE, enyahlah kalian dari Minneapolis, kami tidak menginginkan kalian di sini!” ucap Frey dalam pidatonya.

Penembakan Good menjadi perbincangan di berbagai negara. Banyak pempengaruh yang turut mengangkat isu kematian Good di Instagram, Tik Tok, dan X. Mark Alan Ruffalo mengunggah postingan di Instagram berupa salindia yang bertuliskan “ICE OUT” dan “BE GOOD” pada salindia kedua. Kata “GOOD” merujuk pada nama Renee Nicole Good.

Pada keterangan postingannya, pembuat film sekaligus aktor yang memainkan peran sebagai Hulk tersebut mengungkapkan kekecewaannya terhadap ICE dan mengajak publik untuk menunjukkan solidaritas kepada Good.

“Minggu ini seorang warga AS tewas dibunuh oleh ICE, dan sebagai manusia yang peduli, saya tidak bisa berpura-pura bahwa ini normal. Ini adalah ajakan kepada semua orang yang mengikuti saya, jika anda prihatin - anda tidak sendirian,” tulis Ruffalo pada unggahannya di Instagram.

Beredar pula sebuah video yang merupakan rekaman dari salah satu petugas ICE. Video tersebut memperlihatkan Good mengucapkan kata-kata terakhirnya sebelum petugas ICE menembaknya.

“Tidak apa-apa Bung, aku tidak marah kepadamu,” ucap Good dalam video tersebut untuk terakhir kalinya.

Sesaat kemudian, Good berusaha pergi dengan mobilnya dan salah satu petugas ICE di depannya sempat tertabrak.

Meskipun demikian, video lainnya dari sudut pandang yang berbeda menunjukkan bahwa para petugas ICE berusaha menghadang Good dan salah satu dari mereka menembakkan peluru ke kepala Good sebanyak tiga kali.

Sekitar beberapa waktu kemudian, petugas medis datang meskipun sebelumnya sempat terhalang beberapa kendaran ICE yang menyulitkan mereka untuk menjangkau Good yang sudah bersimbah darah.

Good pun dibawa ke rumah sakit, namun sayangnya hanya dalam beberapa waktu kemudian, Good dinyatakan meninggal dunia.

Perlu diketahui bahwa beberapa tokoh membenarkan tindakan ICE yang menembak mati Good. Wakil Presiden AS James David (JD) Vance membela tindakan petugas ICE dan menyatakan bahwa penembakan Good adalah bentuk pembelaan diri.

“Alasan wanita ini meninggal adalah karena dia mencoba menabrak seseorang dengan mobilnya, dan pria itu (red, petugas ICE) bertindak membela diri. Itulah mengapa dia kehilangan nyawanya, dan itulah tragedinya,” kata Vance pada konferensi pers di Gedung Putih AS.

Pada konferensi pers tersebut, Vance menuding pemberitaan media telah menyesatkan publik dan membahayakan keselamatan aparat.

Vance juga menganggap bahwa Good merupakan bagian dari jaringan kiri (red, Komunis) yang berupaya mengganggu kehadiran ICE. Namun, tuduhan tersebut belum terbukti hingga kini.

Saat ini, penyidikan kasus Good masih berjalan. Publik menuntut keadilan atas kasus tersebut dan meminta pemerintahan Trump untuk menghentikan operasi ICE di seluruh wilayah AS dan negara-negara bagian.

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#wanita #ice