Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siapakah Zohran Mamdani? Wajah Baru Politik Wali Kota Muslim Pertama New York

Magang Radar Jogja • Jumat, 9 Januari 2026 | 15:30 WIB
Zohran Mamdani, wali kota baru New York, mencatat sejarah sebagai pemimpin Muslim pertama di kota tersebut (Sumber: )
Zohran Mamdani, wali kota baru New York, mencatat sejarah sebagai pemimpin Muslim pertama di kota tersebut (Sumber: )

RADAR JOGJA - New York City resmi memasuki babak baru.

Kota terbesar di Amerika Serikat ini kini dipimpin oleh Zohran Mamdani, politisi muda berusia 34 tahun yang mencatat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama New York.

Ia resmi dilantik pada Kamis, 1 Januari 2026 lalu.

Kemenangannya menarik perhatian dunia karena datang dari sosok yang sebelumnya tidak terlalu dikenal di tingkat nasional, namun berhasil mengalahkan nama-nama besar dalam politik Amerika.

Kemenangan Zohran Mamdani bukan hanya soal siapa yang menang pemilu, tetapi juga tentang arah baru politik perkotaan, yakni lebih dekat dengan warga, lebih berani menawarkan perubahan, dan lebih terbuka pada kelompok yang selama ini jarang terwakili.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal


Zohran Mamdani lahir di Kampala, Uganda, dari keluarga akademisi dan seniman.

Ayahnya adalah Mahmood Mamdani, seorang profesor ternama, sementara ibunya Mira Nair dikenal sebagai sutradara film internasional.

Saat masih kecil, Zohran pindah ke Amerika Serikat dan besar di New York.

Ia menempuh pendidikan di Bowdoin College dengan fokus pada studi Afrika dan diaspora.

Sebelum terjun penuh ke dunia politik, Zohran bekerja sebagai konselor rumah, membantu keluarga berpenghasilan rendah agar tidak kehilangan tempat tinggal.

Pengalaman inilah yang banyak membentuk pandangannya tentang keadilan sosial dan ketimpangan hidup di kota besar.

Dari Politik Lokal ke Balai Kota


Karier politik Zohran dimulai sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York, mewakili wilayah Astoria dan Queens.

Di sana, ia dikenal vokal menyuarakan isu perumahan, transportasi publik, dan biaya hidup yang semakin mahal.

Saat memutuskan maju sebagai calon wali kota, banyak pihak meragukannya.

Ia berhadapan dengan tokoh-tokoh kuat.

Namun, Zohran memilih strategi berbeda dengan turun langsung ke warga, mengetuk pintu rumah, berbicara dalam berbagai bahasa, dan mengandalkan relawan akar rumput.

Pendekatan ini terbukti efektif.

Ia berhasil menggerakkan pemilih muda, komunitas imigran, seta warga kelas pekerja yang merasa suaranya jarang didengar.

Sikap Politik dan Isu Global


Sebagai seorang Muslim dan aktivis progresif, Zohran kerap bersuara lantang soal isu internasional, termasuk konflik di Gaza.

Ia secara terbuka mengkritik kebijakan pemerintah Israel dan mendukung perjuangan hak-hak warga Palestina.

Meski sikap ini menuai kontroversi, Zohran menegaskan bahwa kritiknya ditujukan pada kebijakan negara dan pemerintah, bukan pada kelompok agama atau etnis tertentu.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada tempat bagi anti-Semitisme maupun kebencian dalam bentuk apapun di New York.

Baca Juga: Eksepsi Mantan Bupati Sleman Sri Purnomo dalam Korupsi Dana Hibah Pariwisata Tidak Dapat Diterima Majelis Hakim, Berlanjut Agenda Pembuktian

Program Utama untuk Warga Kota


Sebagai wali kota, Zohran Mamdani membawa agenda yang cukup berani dan berbeda dari arus utama.

Melansir dari Al Jazeera, beberapa program utamanya antara lain:


1. Transportasi gratis


Ia berencana membuat seluruh bus kota bebas tarif di tahun 2027 agar mobilitas warga lebih mudah dan terjangkau.


2. Perumahan terjangkau


Zohran mendorong pembekuan sewa untuk apartemen tertentu dan pembangunan rumah susun milik publik yang harganya stabil.


3. Pangan murah dan sehat


Ia ingin membuka toko bahan pangan milik pemerintah kota di setiap wilayah agar warga bisa mendapatkan makanan dengan harga wajar.


4. Pendidikan dan pengasuhan anak


Mulai dari perluasan makan gratis hingga penitipan anak yang dapat diakses semua keluarga.

Untuk membiayai program-program tersebut, Zohran mengusulkan pajak yang lebih tinggi terhadap perusahaan besar dan individu superkaya.

 

Kritik dan Tantangan


Tidak semua pihak menyambut Zohran Mamdani dengan antusias.

Kalangan pebisnis khawatir kebijakannya akan membuat perusahaan hengkang dari New York.

Sebagian tokoh juga menilai pandangan politiknya terlalu “kiri” dan berisiko memecah masyarakat.

Namun, para pendukungnya justru melihat Zohran sebagai simbol harapan. Ia dianggap sebagai pemimpin muda yang berani melawan ketimpangan dan tidak takut menantang kekuasaan lama.

Makna Kemenangan Zohran Mamdani


Terpilihnya Zohran Mamdani menunjukkan bahwa politik Amerika, khususnya di kota besar seperti New York, sedang berubah.

Identitas sebagai Muslim, Milenial, anak imigran, dan sosialis demokrat bukan lagi penghalang untuk memimpin.

Bagi banyak orang, Zohran bukan sekadar wali kota baru, tetapi tanda bahwa suara akar rumput, solidaritas lintas komunitas, dan keberanian menawarkan perubahan nyata masih punya tempat dalam demokrasi modern. (Alya Ruhadatul Nabilah Aisy)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Zohran Mamdani #Politik New York #Wali Kota Muslim Pertama di New York