Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenalkan Desain Terbaru, Hilangkan Gambar Pemimpin Terdahulu Pada Mata Uang Pound Suriah: Upaya Pemulihan Ekonomi

Magang Radar Jogja • Kamis, 1 Januari 2026 | 11:51 WIB
Desain baru pada lembaran mata uang pound Suriah.
Desain baru pada lembaran mata uang pound Suriah.

RADAR JOGJA - Presiden Suriah, Ahmed Al Sharaa,  bersama dengan Gubernur Bank Sentral yaitu Abdulkader Husrieh mengumumkan peluncuran mata uang dengan desain baru.

Launching berlangsung pada Senin (29/12/2025) di Istana Konferensi Damaskus Suriah.

Peluncuran uang kertas dengan desain yang baru ini merupakan tanda dimulainya transisi ekonomi menuju kestabilan.

Serta untuk memperkuat keuangan negara Suriah.

Sebab, nilai tukar Pound Suriah sempat berada pada level terendah selama terjadinya perang sipil era pemerintahan rezim Bashar Al Assad.

Menurut konsultan manajemen, Abdulah Al Shamma, menjelaskan bahwa adanya reformasi moneter ini didasarkan pada lima pilar utama, yaitu;

1. Kebijakan moneter dan harga yang stabil

2. Pasar valuta asing yang transparan dan berimbang.

3. Perbankan yang kokoh

4. Sistem pembayaran digital yang terpercaya

5. Serta integrasi keuangan internasional yang memperkuat inklusi keuangan secara berkelanjutan.

Gubernur Bank Sentral Suriah, Abdul Qadir al-Hassaria, menyatakan bahwa kebijakan tersebut diatur dalam Keputusan Nomor 293 Tahun 2025.

Hassaria menilai penerbitan mata uang baru ini sebagai momentum penting yang menandai babak baru kedaulatan ekonomi nasional.

Selain melakukan peluncuran mata uang dengan desain baru, Suriah juga melakukan redenominasi yaitu, penyederhanaan nilai nominal pada sebuah mata uang tanpa menghilangkan nilai riil mata uang tersebut.

Presiden Suriah menegaskan bahwa penghapusan dua nol pada mata uang lama tidak otomatis mendongkrak perekonomian, tetapi ditujukan untuk memudahkan aktivitas transaksi.

Redenominasi ini juga dilakukan untuk memulihkan kedudukan Bank Sentral di antara para pesaingnya di dunia.

Desain terbaru mata uang Suriah menggunakan gambar-gambar hewan dan tumbuhan sebagai bagian dari pembentukan identitas nasional baru dan upaya mengakhiri ketokohan, menyusul jatuhnya rezim Assad pada Desember 2024.

Penggunaan mata uang baru ini dimulai pada 1 Januari 2026, Ahmed Al Sharaa memberi imbauan kepada masyarakatnya untuk tetap tenang selama masa transisi.

Juga tidak tergesa-gesa menukarkan uang lama, karena peningkatan permintaan secara tiba-tiba berpotensi menekan nilai tukar pound Suriah. (Salwa Caesy)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#mata uang #keuangan #Presiden Suriah #Ahmed Al Sharaa #Pemulihan Ekonomi #pound suriah #suriah #desain terbaru