Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Tengah Gencatan Militer dan Kerapuhan, Natal Berusaha Kembali Ke Bethlehem Palestina

Magang Radar Jogja • Kamis, 25 Desember 2025 | 18:04 WIB
Natal di Bethlehem, Palestina.
Natal di Bethlehem, Palestina.

 

RADAR JOGJA - Sudah dua kali Natal, sejak tahun 2023-2024 tidak ada perayaan Natal yang meriah di Bethlehem, Palestina.

Tahun 2025 ini, umat Kristen Palestina mulai kembali menyelenggarakan perayaan Natal dengan penuh harapan.

Terang Natal menjadi pemandu penduduk dalam menjalani hari-hari yang suram di sana.

Dalam dua tahun terakhir, tidak ada pertunjukan seni musik, prosesi penyalaan pohon natal tradisional, hingga dekorasi yang meriah nan menyilaukan di kota Bethlehem.

Perang antara Israel dengan Hamas di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 telah melenyapkan semua itu.

Umat Kristen Palestina yang berada di wilayah barat dan sedang diduduki Israel tengah memilih merayakan kelahiran Yesus Kristus dalam kesunyian.

Mereka menghindari kemeriahan perayaan karena sensitivitas memicu perang di Jalur Gaza.

Belum lagi, menurut laporan berbagai media, di tahun 2024, serangan terhadap etnis Palestina oleh pemukim Israel di Tepi Barat meningkat.

Serangan tersebut mencapai rekor tertinggi pada bulan Oktober.

Kantor PBB yang mengurusi Koordinasi Urusan Palestina mencatat, pada bulan Oktober itu telah terjadi serangan sebanyak 271 atau sekitar 8 serangan setiap harinya.

Di wilayah Bethlehem, rumah komunitas Kristen Palestina terbesar di serang sehingga menyebabkan 59 warga Palestina terluka akibat serangan oleh pemukim Israel.

Serangan itu dilakukan secara beruntun dari awal 2025 hingga November.

Nasib warga Palestina semakin tidak menentu, karena awal tahun 2025 ini Pemerintah Israel tengah melakukan perluasan pemukiman.

Namun, PBB dan Mahkamah Internasional menyatakan bahwa semua pemukiman Israel di Tepi Barat tidak sah serta telah melanggar hukum internasional.

Di tengah kesuraman yang melanda Palestina pada awal Oktober 2025, gencatan senjata antara Israel dan Hamas akhirnya terwujud.

Dengan gencatan senjata yang lemah, namun masih berlaku, umat Kristen di Tepi Barat Palestina mencoba menghidupkan kembali semangat Natal yang sebelumnya telah dirampas.

Suasana Natal tersebut sekarang telah kembali ke Bethlehem, tempat kelahiran Yesus Kristus menurut Alkitab.

Kembalinya suasana Natal tersebut ditandai dengan penyalaan pohon natal untuk yang pertama kalinya pada Sabtu (6/12/2025) setelah terjadinya perang berkepanjangan antara Israel dan Hamas. (Ahmad Yinfa Cendikia)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Israel #Gencatan Militer #Palestina #Natal #bethlehem #jalur gaza #umat kristen