Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KBRI Moskow Gelar Kongres Bahasa Indonesia Pertama di Rusia: Tegaskan Diplomasi Budaya dan Pengakuan Internasional

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 12 November 2025 | 18:13 WIB
Para peserta dan pemateri Kongres Bahasa Indonesia pertama di Rusia, berlangsung 5 November 2025 di Moskow.
Para peserta dan pemateri Kongres Bahasa Indonesia pertama di Rusia, berlangsung 5 November 2025 di Moskow.

MOSKOW - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Kongres Bahasa Indonesia pertama di Rusia.

Bertema Bahasa Indonesia di Rusia: dari Diplomasi Lunak menuju Pengakuan Internasional.

Acara bersejarah ini diselenggarakan pada 5 November 2025 di Perpustakaan Sastra Asing MI Rudomino, Moskow.

Dihadiri sekitar 50 peserta, mayoritas Indonesianis muda asal Rusia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari Perpustakaan Sastra Asing.

Antara lain Direktur Jenderal Marina Pavlovna Zakharenko dan Deputi Direktur Jenderal Kerja Sama Antarwilayah dan Internasional Miguel Khayrovich Palacio.

Dari pihak Indonesia, hadir Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Khoirul Rosyadi, serta perwakilan Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya, Noor Alexandra Mustajab.

Tiga pembicara turut memberikan pandangan dalam kongres ini, yakni Marina Frolova dari Institut Negara Asia Afrika (ISAA) MGU, Polina Evsyukova dari High School of Economics (HSE) University Moskow, serta Khoirul Rosyadi selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, menyoroti peran penting Bahasa Indonesia dalam diplomasi global.

“Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada tahun 2023. Pada 4 November 2025, kami kembali mencatat sejarah dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam pidato di Sidang Umum UNESCO,” ujar Mendikdasmen.

Ia berharap kongres ini menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan potensi dan merumuskan langkah mitigasi atas tantangan penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Baca Juga: Vaksin Heksavalen Satu Suntikan Enam Perlindungan, Upaya Gunungkidul Tingkatkan Cakupan Vaksin IPV

“Melalui kongres ini, saya berharap akan muncul pemikiran baru yang mendukung penginternasionalan bahasa Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009,” tambahnya.

Mendikdasmen juga memberikan apresiasi kepada KBRI Moskow atas inisiatif penyelenggaraan kongres ini sebagai bentuk nyata diplomasi budaya Indonesia di Rusia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya melalui tayangan video, menegaskan pentingnya pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Rusia.

“Kami terus berinovasi melalui pengembangan platform digital dan materi ajar interaktif. Tahun depan, kami akan meluncurkan program sertifikasi bertaraf internasional bagi pengajar BIPA,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar RI Jose Antonio Morato Tavares menilai kongres ini sebagai momentum bersejarah bagi diplomasi bahasa dan kebudayaan Indonesia.

“Kegiatan ini adalah yang pertama di Rusia dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan persahabatan Indonesia–Rusia yang telah mencapai 75 tahun pada 2025,” tutur Dubes Tavares.

Ia berharap Kongres Bahasa Indonesia dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun untuk memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.

Kegiatan ini juga menandai pembukaan Peringatan Hari Kebudayaan Indonesia 2025, yang berlangsung pada 5–9 November 2025, sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Rusia.

Dalam sesi pemaparan ilmiah, Marina Frolova menjelaskan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia di Rusia telah dimulai sejak akhir 1950-an di Universitas Negeri Moscow Lomonosov, dan kini telah berkembang ke sejumlah universitas ternama seperti MGIMO, Far Eastern Federal University, Kazan University, dan Saint Petersburg State University.

Sementara itu, Polina Evsyukova menyoroti nilai budaya Indonesia sebagai modal sosial.

“Bahasa Indonesia dan budaya gotong royong merupakan kekuatan sosial yang menjaga harmoni masyarakat Indonesia hingga kini,” ujarnya.

Adapun Khoirul Rosyadi memaparkan tantangan dalam pengembangan Bahasa Indonesia di Rusia, seperti keterbatasan jumlah pengajar BIPA bersertifikasi dan minimnya materi ajar kontekstual dengan budaya Rusia.

Dia mengajukan empat strategi utama: Penguatan SDM melalui pelatihan dan sertifikasi pengajar BIPA. Pengembangan materi ajar digital yang sesuai konteks Rusia. Ekspansi program BIPA ke lebih banyak kota di Rusia. Riset dan advokasi untuk pengakuan resmi Bahasa Indonesia dalam kurikulum pendidikan tinggi Rusia.

Melalui kongres ini, KBRI Moskow menegaskan komitmen diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperkuat upaya pengakuan internasional Bahasa Indonesia.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memperluas jejaring akademik, memperkuat peran BIPA di Rusia, dan membawa Bahasa Indonesia semakin dikenal di panggung dunia. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Bahasa Indonesia di Rusia #bipa #Indonesia Rusia 75 Tahun #kongres bahasa indonesia #UNESCO #kbri moskow #diplomasi budaya