Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 60 Orang, Gencatan Senjata Terancam Gagal

Magang Radar Jogja • Rabu, 29 Oktober 2025 | 23:53 WIB
Serangan udara Israel ke Gaza (28/10/2025). (X/@mhdksafa)
Serangan udara Israel ke Gaza (28/10/2025). (X/@mhdksafa)

RADAR JOGJA – Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke Jalur gaza pada Selasa (28/10/2025) malam, menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina, termasuk lebih dari 20 anak-anak. Insiden ini menjadi ujian paling serius terhadap gencatan senjata yang baru berjalan selama tiga pekan.

Serangan terjadi beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan untuk melancarkan “serangan yang kuat” sebagai tanggapan atas apa yang disebut Israel sebagai pelanggaran gencatan oleh Hamas.

Beberapa media internasional menyebutkan Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah menerima sedikitnya 10 jenazah, termasuk perempuan dan anak-anak. Di Khan Younis, Rumah Sakit Nasser melaporkan 20 korban tewas, 13 di antaranya anak-anak. Sementara Rumah Sakit Al-Awda di Gaza Tengah melaporkan 30 korban tewas, termasuk 14 anak.

Militer Israel menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas dua insiden, yaitu penembakan terhadap tentaranya di Rafah dan penyerahan jenazah sandera oleh Hamas yang disebut Israel sebagai “tidak lengkap” dan “melanggar perjanjian gencatan.”

Sementara itu, Hamas membantah bertanggung jawab atas penembakan tersebut dan menuduh Israel lebih dulu melanggar kesepakatan dengan melakukan serangan udara. Hamas menyatakan akan menunda pengembalian jenazah sandera lain sebagai bentuk protes, dikutip dari AP News dan Reuters.

Gencatan senjata yang dimediasi oleh pemerintahan Donald Trump mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Namun, sejak awal kedua pihak telah saling menuduh melakukan pelanggaran.

Presiden Trump dalam pernyataannya mengatakan Israel “berhak membalas” jika diserang, tetapi juga menegaskan bahwa “tidak ada alasan untuk menghancurkan gencatan sepenuhnya,” dikutip dari The independent.

Baca Juga: Kasus Dana Hibah Pariwisata di Sleman Seret Nama Harda Kiswaya, Begini Komentarnya!

Sumber The Guardian menyebut bahwa rumah sakit di Gaza kewalahan menangani korban luka yang mencapai lebih dari 200 orang. Beberapa fasilitas medis bahkan kekurangan pasokan darah dan bahan bakar untuk generator.

Serangan malam tersebut meningkatkan kekhawatiran akan berakhirnya gencatan senjata yang sudah rapuh.

(Maulina)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#gencatan senjata #gaza #Serangan Udara Israel #jalur gaza