RADAR JOGJA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melalui akun Truth Social miliknya, mengumumkan perkembangan terbaru terkait konflik di Gaza.
Ia menulis, “I am very proud to announce that Israel and Hamas have both signed off on the first Phase of our Peace Plan,” yang berarti Israel dan Hamas telah menyetujui tahap pertama dari rencana perdamaian Gaza.
Tahap awal kesepakatan ini dikabarkan mencakup pembebasan sejumlah sandera yang masih ditahan di Gaza serta penarikan mundur pasukan Israel ke garis batas yang telah disepakati kedua belah pihak.
Trump menyatakan bahwa proses pembebasan sandera kemungkinan besar akan dilakukan dalam waktu dekat.
Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah penting menuju perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah yang selama ini dilanda ketegangan dan kekerasan berkepanjangan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut persetujuan ini sebagai “keberhasilan diplomatik serta kemenangan nasional dan moral” bagi Israel.
Menurutnya, kesepakatan tersebut menunjukkan komitmen Israel untuk mencapai stabilitas regional tanpa mengorbankan keamanan nasionalnya.
Negosiasi perdamaian ini melibatkan peran aktif sejumlah negara mediator, yaitu Qatar, Mesir, dan Turki, yang berfungsi sebagai penengah dalam proses komunikasi antara kedua pihak yang selama ini terlibat konflik panjang.
Namun, sebagian pihak masih meragukan efektivitas kesepakatan ini.
Banyak pengamat internasional menilai bahwa Israel memiliki catatan tidak konsisten dalam menjalankan perjanjian sebelumnya.
Sebagai contoh, pada Januari 2025 lalu, kedua pihak telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, namun beberapa bulan kemudian Israel kembali melakukan pengeboman di wilayah Gaza.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kesepakatan terbaru ini mungkin akan menghadapi nasib serupa, kecuali jika disertai pengawasan internasional yang ketat. (Nugrahaningtyas)