RADAR JOGJA - Pemerintahan Amerika Serikat resmi mengalami tutup atau shutdown untuk sementara pada Rabu (1/10/2025) setelah gagal dalam mencari kesepakatan dalam perselisihan pendanaan pemerintah.
Akibatnya, sejumlah pelayanan pemerintah ditutup sementara, meski sebagian akan tetap beroperasi.
Kesepakatan yang gagal ini terjadi ketika Partai republik dan demokrat kekurangan 60 suara disenat untuk bisa meloloskan rancangan undang-undang pendanaan hingga Oktober, yang dimana partai publik ingin mengadakan subsidi bagi kesehatan namun partai demokrat menolak dan ingin melindungi subsidi tersebut karena dianggap akan memberatkan warga untuk mengakses pelayanan kesehatan.
Hal ini mengakibatkan ratusan ribu pegawai pemerintah akan dirumahkan tanpa digaji.
Karena perbedaan kesepakatan tersebut pada Rabu dini hari Pemerintahan Amerika Serikat mengalami shutdown selama beberapa tahun terakhir.
Donald Trump menilai jika situasi ini dapat dijadikan peluang untuk memangkas birokrasi pemerintah.
Melansir dari Reuters, Trump bahkan sudah membekukan dana sekitar $26 miliar bagi mereka yang mendukung partai demokrat.
Meskipun terdapat beberapa pegawai pemerintah yang diberhentikan namun pegawai pelayanan kesehatan, aparat penegak hukum, dan polisi tetap bekerja meskipun untuk sementara mereka tidak diberikan gaji.
Wakil Presiden, JD Vance mengatakan adanya pemutusan hubungan kerja permanen kepada pegawai federal jika shutdown berlangsung lama.
Penutupan berdampak pada ekonomi dimana pembayaran bantuan dan pengajuan pinjaman menjadi tertunda dan potensi kerugian yang lebih besar dibandingkan shutdown pada tahun tahun sebelumnya.
Sebelumnya pada tahun 2018 Pemerintahan Amerika Serikat juga sempat mengalami shutdown atau tutup sementara mulai dari 20 Januari hingga 22 Januari 2018.
Hal ini diakibatkan oleh gagalnya dalam mengesahkan undang-undang untuk mendanai operasi pemerintah mengenai kebijakan imigrasi Deferred Action For Childhood Arrivals (DACA) dan yang kedua kalinya pada 22 Desember 2018 hingga 25 Januari 2019 akibat dari tuntutan dari Trump dana sebesar $5,7 miliar untuk tembok perbatasan antara Amerika Serikat dan Mexico.
Hingga kini masih belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kapan shutdown ini akan berakhir, dan pegawai dapat bekerja kembali seperti semula. (Safira Ratih)