Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan menjadi salah satu agenda penting Presiden Prabowo dalam memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Rusia, terutama di bidang ekonomi dan investasi.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan, selain menghadiri parade militer yang diikuti 26 pemimpin dunia, Presiden Prabowo memanfaatkan momentum ini untuk memastikan keberlanjutan berbagai kerja sama dengan mitra strategis.
“Selain menghadiri acara tersebut, Presiden Prabowo juga mengadakan pertemuan khusus dengan Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin, masing-masing untuk menindaklanjuti dan memastikan jalannya investasi ekonomi yang sudah terjalin,” ungkap Seskab.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Beijing berlangsung sangat singkat. Usai menyelesaikan agenda padatnya, Kepala Negara langsung kembali ke Jakarta dan dijadwalkan tiba pada malam hari.
“Dalam waktu kurang dari satu hari meninggalkan Indonesia, Presiden sudah akan berada di Jakarta kembali,” jelas Teddy.
Kehadiran Presiden Prabowo di antara para pemimpin dunia seperti Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Kim Jong-un menjadi sorotan.
Langkah ini dipandang sebagai penegasan posisi Indonesia di tengah rivalitas global antara Tiongkok, Amerika Serikat, dan kekuatan besar lainnya.
Pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai keputusan Prabowo hadir di Beijing, meski sebelumnya sempat dibatalkan akibat situasi demonstrasi dalam negeri, menunjukkan rasa percaya diri yang semakin kuat.
“Tiongkok sangat menghargai negara-negara yang menunjukkan perhatian khusus. Indonesia dalam situasi sulit tetapi tetap datang. Itu sinyal bahwa Prabowo menempatkan hubungan internasional sebagai prioritas sekaligus menunjukkan kondisi nasional sudah cukup stabil,” kata Rezasyah.
Syafarina Nurul Insania
Sumber Berita : Kemensetneg.RI