Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Arab Saudi Tegaskan Tak Mau Terlibat Perang, Tolak Wilayah Udaranya Digunakan untuk Serang Iran

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 28 Juni 2025 | 14:25 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

RADAR JOGJA - Ketegangan antara Iran dan Israel yang semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir ikut menyeret perhatian negara-negara di kawasan Teluk.

Di tengah derasnya konflik dan ancaman perang yang meluas, Arab Saudi menyatakan sikap tegas.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udaranya, termasuk fasilitas militer AS di dalam negeri, digunakan untuk menyerang Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh MBS dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran yang baru terpilih, Masoud Pezeshkian. 

Dalam pembicaraan itu, MBS menyampaikan bahwa Riyadh justru tengah mendorong perdamaian dan berupaya menekan Israel agar menghentikan segala bentuk agresi terhadap Teheran.

Saudi Usung Peran Damai di Tengah Gejolak Regional


Dalam pernyataan resminya, Mohammed bin Salman menegaskan bahwa Arab Saudi memegang prinsip untuk tidak terlibat dalam konflik bersenjata yang bisa mengancam stabilitas kawasan.

Ia juga menegaskan bahwa Arab Saudi bukan bagian dari koalisi militer apa pun yang berniat menyerang Iran, dan bahkan menolak keterlibatan langsung maupun tidak langsung melalui penyediaan jalur udara atau logistik.

MBS menyebut bahwa Saudi secara aktif mendorong komunitas internasional untuk menggunakan jalur diplomatik dalam menekan Israel dan mencegah konflik semakin meluas.

Menurutnya, apa yang saat ini dibutuhkan bukanlah kekuatan militer, melainkan kerja sama antarnegara untuk menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan Timur Tengah.

Hubungan Saudi-Iran Kembali Hangat Pasca Rekonsiliasi

Percakapan antara MBS dan Pezeshkian juga menandai pemulihan hubungan bilateral antara dua kekuatan besar di Timur Tengah yang sempat memburuk selama bertahun-tahun.

Sejak rekonsiliasi pada tahun 2023 yang dimediasi oleh Tiongkok, hubungan Riyadh dan Teheran perlahan membaik.

Kini, keduanya kembali berkomunikasi langsung dalam menghadapi ketegangan yang mengancam kawasan.


Presiden Pezeshkian dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap sikap Saudi yang memilih netral dan tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan oleh negara-negara luar untuk memuluskan agenda perang.

Ia juga menyebut pentingnya kerja sama antarnegara Muslim untuk mencegah perpecahan, serta memperingatkan adanya upaya pihak luar, terutama AS dan Israel yang ingin memecah belah negara-negara Islam. 


MBS Sambut Gencatan Senjata dan Serukan Penyelesaian Damai


Dalam pembicaraan tersebut, MBS juga menyambut baik keputusan gencatan senjata antara Iran dan Israel yang mulai berlaku pasca 12 hari saling serang.

Ia menyatakan harapannya agar gencatan ini dapat bertahan lama dan membuka pintu untuk negosiasi damai.

Saudi berharap bahwa dengan terciptanya stabilitas jangka pendek melalui gencatan senjata, negara-negara besar bisa duduk bersama untuk mencari jalan keluar diplomatik yang berkelanjutan, tanpa melibatkan aksi militer lanjutan yang bisa menghancurkan kawasan.'

Ketegangan yang Tak Boleh Dibiarkan Membesar

Ketegangan antara Iran dan Israel memuncak setelah Israel meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke beberapa pangkalan AS di wilayah Teluk, termasuk di Qatar.

Serangan balasan dari pihak AS ke situs-situs strategis Iran menambah panas situasi.

Baca Juga: Mengenal Prosesi Lampah Madya Ratri: Ritual Mubeng Beteng Baluwarti Keraton Jogja, Hajat Kawula Dalem Ngayogyakarta Setiap Satu Suro

Di tengah kondisi ini, sikap tegas Arab Saudi yang menolak menjadi bagian dari konflik dianggap sangat penting untuk meredam potensi perang skala luas.

Banyak pihak menilai bahwa langkah Saudi ini menjadi pesan kuat bahwa tidak semua negara di kawasan bersedia tunduk pada tekanan militer dari negara besar. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#aksi militer #gencatan #Israel #kawasan teluk #konflik #perang #serangan udara #Arab Saudi #putra mahkota arab saudi #as #iran