Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bangkitnya TikTok, Tumbangnya AS, dan Kecurigaan Global: COVID-19 Dimainkan untuk Melemahkan Perekonomian China?

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 5 Juni 2025 | 18:27 WIB
Amerika Serikat Vs China kuasai pangsa  pasar global hingga konspirasi merebaknya kembali Covid-19.
Amerika Serikat Vs China kuasai pangsa pasar global hingga konspirasi merebaknya kembali Covid-19.

RADAR JOGJA - Di tengah dominasi ekonomi digital yang terus melejit, China mencetak tonggak sejarah baru.

TikTok Shop, platform e-commerce besutan ByteDance, kini menggeser posisi raksasa-raksasa e-commerce Amerika.

Tahun 2024, platform ini mencatatkan nilai transaksi global (GMV) sebesar US$32,6 miliar, dengan Amerika Serikat sebagai pasar terbesarnya.

Namun, kemajuan ini tampaknya tak disambut sepenuhnya dengan tangan terbuka.

Di balik layar, muncul kembali isu lama: COVID-19.

Uniknya, narasinya kini bergeser.

Berbeda dengan awal pandemi yang menuduh China sebagai sumber virus, teori baru menyebut ada “tangan tak terlihat” yang kini berusaha menghidupkan kembali gelombang pandemi untuk menjatuhkan China.


Teori Konspirasi: Siapa Di Balik Layar?

Sejumlah analis konspirasi percaya bahwa ketika Amerika Serikat mulai kehilangan dominasinya di panggung global, khususnya dalam ekonomi digital, AI, dan e-commerce.

Taktik “perang senyap” seperti biowarfare (Penggunaan agen biologis dalam skenario perang), disinformasi (informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk menipu) dan destabilisasi (perbuatan dan sebagainya yang menyebabkan tidak stabil).

Kesehatan digunakan untuk mengganggu stabilitas negara saingan.

China saat ini tak hanya unggul dalam infrastruktur dan manufaktur, tetapi juga menguasai teknologi sosial dan perdagangan, dengan TikTok sebagai senjata utamanya.

Kekuatan lunak (soft power) ini terbukti menggoyahkan dominasi Silicon Valley.


Kini, laporan intelijen yang mulai bocor ke publik menambah kecurigaan.

Pentagon dikabarkan telah menerima informasi sejak awal pandemi bahwa virus mungkin berasal dari kebocoran lab Wuhan, namun menutupinya.

Pertanyaan pun muncul: apakah pandemi benar-benar bencana alamiah, atau alat geopolitik?


Amerika Tersingkir?

AS kini tertinggal dalam berbagai sektor, seperti halnya TikTok Shop yang kalahkan Amazon dalam engagement dan pertumbuhan, kemudian industri EV dan AI China melesat, dan Yuan mulai dipertimbangkan sebagai alternatif dolar di beberapa negara Global South.

Kondisi ini memunculkan asumsi bahwa kebangkitan isu COVID-19 yang terkesan tidak wajar, bisa jadi merupakan manuver untuk menghambat gerak cepat China.

Apakah Teori Ini Valid?

Belum ada bukti konkrit, namun sejarah telah mencatat bahwa persaingan global tidak selalu berlangsung di ruang diplomasi.

Perang dagang, perang teknologi, bahkan isu kesehatan, kini bisa menjadi arena baru.

Apalagi, setelah terbukti bahwa AS sempat menjalankan kampanye disinformasi terhadap vaksin buatan China di Asia Tenggara.


Kebangkitan TikTok dan kekuatan ekonomi China saat ini menjadi ancaman nyata bagi dominasi Barat.

Di tengah kabar merebaknya kembali varian baru COVID-19 dan narasi-narasi konspiratif yang bermunculan, banyak yang mulai bertanya: siapa yang sebenarnya diuntungkan jika China kembali lumpuh? (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kecurigaan #perekonomian china #global #perang senyap #Covid-19 #as #TikTok #teori konspirasi #Amerika Serikat