SLEMAN - Damian Orlin Baskara menerima Sakramen Baptis di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin (26/5). Balita berusia 1,5 tahun ini merupakan putra Daniel Oscar Baskoro dan Erlinda Aji Ayuningrum, warga Demangan Baru, Depok, Sleman.
Prosesi dipimpin Fr Benoit Alloggia OSB, pastor Paroki Basilika Santo Petrus. Selain itu, disaksikan oleh tokoh rohaniwan asal Indonesia Pater Christianus Surinono, OCD yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Ordo Karmel di Roma.
Oscar menjelaskan, pembaptisan ini merupakan hal yang cukup mengagetkan. Berawal dari pengajuan permohonan melalui email.
Dia sebut pesan yang dikirimkan diakui sederhana saja. Tidak ada lampiran apa pun. Permohonan ini sendiri bisa dilakukan oleh siapa saja.
"Kami buka website Vatikan dan ada bagian contact us. Ternyata email-nya dibalas. Itu menggagetkan buat kami," katanya saat dihubungi Radar Jogja Jumat (30/5).
Setelah diinfokan waktu pembaptisan, Daniel langsung menyiapkan berbagai dokumen. Dia sebut ada bagian dokumen yang berbahasa latin, sehingga harus melalui proses penerjemahan.
"Ada juga dokumen yang harus diminta lewat paroki. Persiapannya memang banyak," kata laki-laki yang merupakan bagian dari komunitas umat Katolik Paroki Pringwulung, Depok, Sleman, ini.
Laki-laki yang dikenal sebagai tokoh inovasi digital di sektor publik Indonesia ini mengaku, saat itu tengah berencana pergi ke Jerman untuk perjalanan bisnis.
Sehingga, dokumen visa juga sudah dipersiapkan sebelumnya.
Oscar mengatakan masih mengingat proses pembaptisan yang dilakukan pada putra sulungnya. Mulai dari pembacaan kitab, dicelupkan dalam air suci, diberikan lilin, hingga diberi jubah putih sebagai tanda masuk dalam komunitas gereja.
Dia menyebut saat pembaptisan ada satu keluarga lain, tapi bukan dari Indonesia. "Untuk nama baptisnya itu Damian sudah ditentukan sejak lahir. Sesuai dengan catatan sipil," ujar laki-laki yang tinggal di Demangan Baru ini.
Dia berharap agar pembaptisan di dalam era kepemimpinan Sri Paus Leo XIV ini bisa jadi berkah bagi putranya.
Meski demikian, dia menilai hal terpenting adalah anaknya bisa masuk ke komunitas gereja dan jadi sosok yang memberi manfaat bagi masyarakat.
"Kami memang sempat ketemu Paus, tapi tidak secara eksklusif. Sebagai umat saja, jadi tidak menyapa langsung," tambahnya. (del/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita