MUNGKID - Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Ibu Negara Brigitte Macron mengakhiri lawatannya di Indonesia dengan mengunjungi warisan budaya dunia, Candi Borobudur di Magaleng. Presiden Prabowo Subianto turut mendampingi kunjungan itu.
Keduanya menuju Candi Borobudur usai melakukan peninjauan fasilitas pendidikan dan latihan militer di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Prabowo tampak menaiki Maung Garuda dan tiba di kompleks Candi Borobudur sekitar pukul 14.00.
Iring-iringan tamu kenegaraan itu mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Hal itu terlihat dari luar gerbang Kalpataru, kompleks Candi Borobudur yang sudah dipadati warga. Mereka tak lupa mengabadikan momentum langka tersebut dengan gawai masing-masing.
Selain itu, ada pula para siswa yang menyambut rombongan dengan mengenakan pakaian adat. Rombongan Prabowo dan Macron pun segera menuju zona I pelataran Candi Borobudur. Termasuk delegasi dan 100 insan pers dunia yang turut mengikuti lawatan Macron ke Indonesia.
Selama kunjungan kenegaraan itu berlangsung, Candi Borobudur steril dan ditutup sementara untuk umum. Namun akan dibuka kembali pada hari ini (30/5). Hal itu dilakukan demi kenyamanan kunjungan dua kepala negara tersebut.
Prabowo dan Macron kompak mengenakan pakaian putih. Setibanya di pelataran candi, Prabowo mengajak Macron berjalan menikmati gagahnya warisan budaya dunia itu. Keduanya sempat berfoto dengan latar Candi Borobudur.
Untuk naik ke struktur candi, pemerintah menyediakan stairlift atau alat bantu naik yang dipasang di tangga sisi selatan candi. Fasilitas itu digunakan untuk efektivitas kunjungan. Sementara di atas candi, sudah ada sejumlah biksu yang menanti kedatangan mereka.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, kunjungan Macron menjadi satu kehormatan bagi Indonesia. Terlebih, mereka bisa mengunjungi Candi Borobudur yang merupakan mahakarya peradaban. Bahkan, UNESCO telah menetapkan Candi Borobudur sebagai situs warisan budaya dunia.
Dia menyebut, Candi Borobudur kaya akan sejarah dan makna spiritual. "Dan ini adalah kehormatan bagi saya sebagai Presiden RI untuk hari ini (kemarin, Red) menemani sahabat saya, Presiden Prancis," paparnya di pelataran Candi Borobudur, Kamis (29/5).
Menurutnya, Indonesia dan Prancis adalah bangsa yang besar serta memiliki sejarah panjang. Termasuk budaya yang mengakar kuat dan peradaban yang panjang. Kedua negara itu dinilai memiliki semangat dan nilai-nilai kemanusiaan yang sama.
Selain itu juga memiliki rasa toleransi dan menghormati semua agama, kepercayaan, ras, maupun kelompok etnis. "Saya percaya bahwa kemitraan kita akan berlanjut dan menjadi jembatan bagi budayawan, seniman, pelaku industri kreatif, maupun tokoh masyarakat kedua negara," katanya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron berterima kasih kepada Prabowo karena diajak berkunjung ke Candi Borobudur. Dia mengaku kagum dengan gagahnya candi Buddha terbesar di dunia itu. Menurutnya, Borobudur sebagai adikarya arsitektur bukti keunggulan dari Indonesia.
Selain itu, kata dia, Candi Borobudur menjadi bukti besarnya peradaban Indonesia. "Terima kasih banyak Bapak Presiden menyambut kami di lokasi luar biasa. Candi Borobudur ini yang merupakan kesaksian dari betapa besarnya peradaban ini," ucapnya.
Dia mengatakan, selain digunakan sebagai tempat ibadah, Candi Borobudur menjadi sumber inspirasi bagi peradaban seluruh dunia, terutama di Asia Tenggara. "Ini adalah demonstrasi dari pengaruh budaya Indonesia yang diingatkan di sini," sambungnya.
Menurut dia, ratusan ribu orang datang beribadah ke Candi Borobudur juga untuk menunjukkan pesan universal toleransi. Dia menyebut, Borobudur merupakan kesaksian atas kelebihan dari multilateralisme dan sprit kemitraan.
"Karena dengan bekerja antara pemerintah Indonesia dan UNESCO, beberapa dasawarsa lalu telah berhasil melestarikan candi ini dan mendaftarkannya ke warisan dunia UNESCO," lontarnya.
Dia menambahkan, Candi Borobudur menjadi saksi dua negara dalam meluncurkan kemitraan strategi di bidang budaya. Ada sejumlah perjanjian yang ditandatangani oleh menteri kebudayaan dan beberapa pelaku di bidang kebudayaan dua negara.
Kunjungan Macron ke Candi Borobudur bukan hanya sebagai penutup lawatan kenegaraannya. Tetapi juga diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Prancis yang telah terjalin erat. Termasuk dalam sektor budaya dan pariwisata.
Usai kunjungan di Candi Borobudur, Macron dan rombongan bertolak menuju Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo untuk melanjutkan rangkaian lawatan kenegaraan ke negara tujuan berikutnya.
Editor : Heru Pratomo