Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

China Klaim COVID-19 Berasal dari AS: Bukti Baru atau Strategi Balik Tuduhan?

Meitika Candra Lantiva • Minggu, 25 Mei 2025 | 16:15 WIB
Presiden China.
Presiden China.

RADAR JOGJA - Pada akhir April 2025, pemerintah Tiongkok merilis sebuah white paper yang menyatakan bahwa COVID-19 kemungkinan besar berasal dari Amerika Serikat, bukan dari Wuhan, Tiongkok.

Dokumen ini, yang dipublikasikan oleh kantor berita resmi Xinhua, menyebutkan adanya "bukti substansial" bahwa virus SARS-CoV-2 mungkin telah muncul di AS sebelum wabah pertama kali terdeteksi di Wuhan pada akhir 2019.

Isi White Paper dan Tuduhan terhadap AS


Dalam white paper tersebut, Tiongkok menuduh AS mempolitisasi pencarian asal-usul virus dan mengalihkan perhatian dari kesalahan penanganan pandemi di dalam negeri.

Dokumen tersebut juga merujuk pada gugatan hukum di Missouri yang menuntut Tiongkok sebesar $24 miliar atas dugaan penimbunan alat medis dan menutupi informasi terkait wabah.


Tiongkok menekankan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagi data secara tepat waktu, mengutip studi bersama WHO-Tiongkok yang menyimpulkan bahwa kebocoran laboratorium dari Tiongkok "sangat tidak mungkin".

Sebaliknya, Tiongkok mendesak AS untuk menghadapi kekhawatiran internasional yang berkembang dan menyelidiki kemungkinan asal-usul virus di dalam negeri.


Reaksi Internasional dan Penilaian Para Ahli

Klaim Tiongkok ini muncul setelah beberapa lembaga intelijen AS, termasuk CIA dan Departemen Energi, menyatakan bahwa asal-usul COVID-19 kemungkinan besar berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan, meskipun dengan tingkat kepercayaan yang rendah.

Sementara itu, komunitas ilmiah global masih terbagi antara teori kebocoran laboratorium dan penularan alami dari hewan ke manusia.

Beberapa analis melihat langkah Tiongkok ini sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari tuduhan internasional dan memperkuat narasi nasional.

Baca Juga: Tarian Kibas Rambut Sambut Donald Trump di UEA: Tradisi Al-Ayyala yang Viral

Namun, tanpa bukti konkret yang dapat diverifikasi secara independen, klaim tersebut tetap kontroversial dan memicu perdebatan di kalangan ilmuwan dan pembuat kebijakan.


Pernyataan Tiongkok bahwa COVID-19 berasal dari AS menambah kompleksitas dalam pencarian asal-usul pandemi.

Meskipun dokumen resmi telah dirilis, komunitas internasional masih menunggu bukti yang lebih kuat dan transparan untuk mendukung klaim tersebut. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#tiongkok #WHO #Covid-19 #as #china