RADAR JOGJA - Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina menjadi sorotan.
Dia digadang-gadang sebagai calon kuat pengganti Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Roma pasca wafat pada 21 April 2025.
Namanya mencuat bersama empat kandidat potensial lainnya, yakni; Kardinal Pietro Parolin asal Italia, Marc Oullet asal Kanada, Cristoph asal Austria, dan Matteo yang berasal dari Italia.
Lalu siapakah sosok Luis Tagle sebenarnya?
Profil Luis Tagle
Luis Tagle lahir pada 21 Juni 1957 di Manila, Filipina.
Dia lahir dari keluarga Katolik yang taat.
Ayahnya adalah orang Filipina, sedangkan ibunya keturunan Tionghoa.
Karier
Tagle menjadi Uskup Agung Manila ke-32 dari 2011 hingga 2020 dan satu-satunya Kardinal ke-7 dari Filipina.
Ia dikenal karena dedikasinya pada keadilan sosial, penghormatan manusia, dan pengentasan kemiskinan.
Pengalaman
Tagle memiliki pengalaman luas sebagai pemimpin Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa dan merupakan salah satu figur terdekat Paus Fransiskus.
Gaya Kepemimpinan
Ia dikenal karena kesederhanaannya, seperti tinggal di seminari tanpa pendingin udara dan televisi, serta menggunakan transportasi umum untuk pergi ke tempat kerja.
Peluang menjadi Paus
Tagle dianggap sebagai kandidat kuat untuk meneruskan visi progresif Paus Fransiskus.
Ia memiliki keseimbangan antara teologi kuat, empati pastoral, dan keahlian lintas budaya.
Kualifikasi yang Membuatnya Layak
Pemahaman Teologi: Tagle dikenal karena pemahaman teologinya yang kuat serta komitmennya pada pelayanan sosial Gereja.
Pengalaman Internasional: Ia memiliki pengalaman dalam diplomasi Gereja dengan Tiongkok dan menjadi bagian dari tim Vatikan yang menangani perundingan sensitif mengenai penunjukan uskup di Tiongkok.
Dukungan terhadap Inklusivitas: Tagle dikenal sebagai pendukung kuat inklusivitas dan penyebaran ajaran Kristiani.
Proses Pemilihan Paus Baru
1. Konklaf (proses pemilihan Paus baru dengan sistem tertutup)
Proses pemilihan Paus baru akan berlangsung dalam hitungan hari atau minggu, tergantung pada hasil pemungutan suara di kalangan para kardinal.
2. Mayoritas Dua Pertiga
Kandidat harus memperoleh mayoritas dua pertiga untuk terpilih sebagai Paus baru. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva