Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Paus Fransiskus Wafat, Dunia Katolik Bersiap Menyambut Pemimpin Baru

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 22 April 2025 | 21:57 WIB
Paus di depan Basilika Santo Petrus.
Paus di depan Basilika Santo Petrus.

RADAR JOGJA — Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik ke-266, wafat pada Senin, 21 April 2025, di usia 88 tahun akibat stroke yang menyebabkan koma dan gagal jantung.

Menurut laporan People, dia meninggal di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan, sehari setelah penampilan terakhirnya pada Misa Paskah di Lapangan Santo Petrus.

Paus Fransiskus, lahir sebagai Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina.

Dia dikenal sebagai Paus pertama dari Amerika Latin dan anggota Ordo Yesuit pertama yang memimpin Gereja Katolik.

Selama 12 tahun masa kepemimpinannya, ia dikenal karena pendekatannya yang inklusif, menekankan keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan dialog antaragama.

Ia juga dikenal sebagai advokat bagi kaum miskin dan marginal.

Kesehatan Paus Fransiskus telah menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Februari 2025, dia dirawat selama 38 hari di Rumah Sakit Agostino Gemelli karena pneumonia ganda, yang diperparah oleh riwayat penyakit pernapasan dan diabetes tipe II.

Kematian Paus Fransiskus memulai periode sede vacante, di mana kursi kepausan kosong hingga terpilihnya Paus baru.

Konklaf untuk memilih Paus baru biasanya dimulai 15-20 hari setelah wafatnya Paus, memberikan waktu bagi para kardinal untuk berkumpul di Vatikan.

Hanya kardinal di bawah usia 80 tahun yang berhak memilih, dan saat ini terdapat sekitar 138 kardinal yang memenuhi syarat, meskipun jumlah pemilih biasanya dibatasi hingga 120.

Beberapa nama telah muncul sebagai kandidat potensial pengganti Paus Fransiskus.

Di antaranya adalah Kardinal Pietro Parolin dari Italia, yang menjabat sebagai Sekretaris Negara Vatikan dan dikenal karena pendekatan diplomatiknya yang moderat.

Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina, yang dikenal sebagai "Paus Fransiskus Asia" karena karismanya dan pendekatan inklusif terhadap komunitas LGBT dan pasangan yang bercerai. Kardinal Peter Turkson dari Ghana, yang memiliki pengalaman luas dalam isu keadilan sosial dan lingkungan.

Pemilihan Paus baru akan menjadi momen krusial bagi Gereja Katolik, yang menghadapi tantangan seperti sekularisasi, perubahan iklim, dan polarisasi internal.

Faktor-faktor seperti usia, ideologi, dan asal geografis kandidat akan memainkan peran penting dalam konklaf mendatang.

Dunia kini menantikan siapa yang akan memimpin 1,3 miliar umat Katolik ke depan, apakah melanjutkan jalan progresif Paus Fransiskus atau kembali ke pendekatan konservatif.

Keputusan ini akan membentuk masa depan gereja di tengah dunia yang terus berubah. (Affan Yunas Hakim)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#marginal #paus fransiskus #katolik #pemimpin baru #vatikan #Paus Fransiskus wafat #Dunia Katolik Bersiap Menyambut Pemimpin Baru