RADAR JOGJA - Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China telah mencapai puncaknya dengan saling memberlakukan tarif impor yang signifikan.
Presiden AS, Donald Trump, menetapkan tarif sebesar 125 persen pada barang-barang impor dari China, yang mulai berlaku pada 9 April 2025.
Sebagai respons, China memberlakukan tarif balasan sebesar 84 persen pada produk-produk AS.
Langkah-langkah ini berdampak langsung pada industri teknologi, terutama Apple, yang sebagian besar produknya, termasuk iPhone, diproduksi di China.
Dengan tarif impor yang tinggi, harga iPhone di pasar AS diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan.
Analisis dari UBS Investment Research menunjukkan bahwa model iPhone 16 Pro Max 256 GB, yang sebelumnya dijual seharga $1.199, dapat meningkat hingga $1.874, mencerminkan kenaikan sekitar 56 persen.
Membangun rantai pasokan baru di AS diperkirakan memerlukan investasi besar dan waktu yang lama.
Situasi ini mencerminkan dampak luas dari perang dagang antara AS dan China terhadap industri teknologi dan konsumen.
Kenaikan harga produk seperti iPhone dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan dinamika pasar secara keseluruhan. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva