RADAR JOGJA - Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat telah menggelontorkan lebih dari 1,6 miliar dolar AS untuk mengatasi pengaruh dan dominasi Tiongkok di berbagai sektor.
Upaya ini dilakukan melalui strategi-strategi seperti kampanye media, pendekatan diplomatik, dan pendanaan program-program global yang bertujuan membentuk citra negatif terhadap Tiongkok di mata dunia.
Namun, di luar skema geopolitik resmi dan diplomasi konvensional, muncul satu fenomena menarik: IShowSpeed, seorang streamer muda asal Amerika, justru memberikan dampak besar dalam membentuk narasi berbeda tentang Tiongkok—tanpa disponsori oleh lembaga resmi mana pun.
Lewat sesi livestream tournya di Tiongkok, Speed memperlihatkan sisi kehidupan negeri tersebut yang jarang atau bahkan tidak pernah diangkat oleh media Barat.
Di sana, ia menyoroti keamanan kota-kota besar, infrastruktur dan teknologi canggih, serta kehidupan warga lokal yang ramah dan bersahaja.
Konten yang ditayangkan secara langsung kepada jutaan pengikutnya di seluruh dunia ini memberikan pengalaman otentik dan personal yang sulit dicapai oleh propaganda formal.
Hasilnya? Banyak penonton mulai memandang Tiongkok dengan perspektif yang lebih netral, bahkan positif.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kekuatan soft diplomacy bisa datang dari arah yang tak terduga.
Di era digital saat ini, narasi global tidak hanya dibentuk oleh negara dan media arus utama, tetapi juga oleh para influencer dan content creator yang mampu menjangkau audiens global dalam waktu nyata.
Meski Amerika Serikat menginvestasikan dana besar untuk membentuk persepsi publik global, pengaruh seorang streamer seperti IShowSpeed membuktikan bahwa pengalaman langsung dan autentisitas jauh lebih efektif dalam membentuk opini publik—sebuah kekuatan yang bahkan miliaran dolar pun tak selalu bisa lawan.
Penulis: Samil Ngirfan Al Makki
Editor : Bahana.