RADAR JOGJA - Kecelakaan tragis menimpa rombongan jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi, Kamis (20/3/2024).
Bus yang mengangkut 20 jemaah tersebut mengalami kecelakaan di Wadi Qudeid, jalur Madinah-Makkah, sekitar 150 kilometer dari Kota Jeddah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 waktu setempat atau 17.30 WIB.
Kronologi dan Penyebab Kecelakaan
Menurut informasi yang diperoleh, bus yang membawa rombongan jemaah umrah tersebut menabrak truk, mengakibatkan bus terbalik dan terbakar.
Insiden ini terjadi saat bus dalam perjalanan dari Madinah menuju Makkah.
Korban Meninggal
Dari 20 jemaah yang berada di dalam bus, enam orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 14 lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.
Dua di antara korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yakni Eny Soedarwati. Merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Beliau dikenal sebagai tokoh perempuan PKB di Bojonegoro dan meraih suara terbanyak di Daerah Pemilihan Bojonegoro 2 pada Pemilu 2024.
Satu lainnya, Dian Novita. Merupakan Wakil Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Sumberrejo, Bojonegoro.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik di YIA Diprediksi Terjadi Pada H-3 Lebaran
Tindak Lanjut dan Kondisi Saat Ini
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah mengirimkan tim pelindungan WNI ke lokasi kejadian.
Mereka juga berkoordinasi dengan otoritas setempat, rumah sakit, pemandu tur umrah, perwakilan Kementerian Haji Arab Saudi, muassasah (penyedia layanan umrah), dan perusahaan bus untuk memastikan kondisi korban.
Kemenlu RI juga berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan agensi umrah yang memberangkatkan jemaah guna mendapatkan data lengkap para WNI beserta keluarganya di Indonesia.
Pihak keluarga korban di Indonesia telah diberitahu mengenai insiden ini.
Kemenlu RI menyampaikan dukacita atas wafatnya enam jemaah umrah Indonesia dan akan terus membantu penanganan korban luka. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva