RADAR JOGJA - Seorang pria asal Uganda, Musa Hasahya Kasera, tengah menghadapi tantangan besar dalam menghidupi keluarganya yang berjumlah ratusan orang.
Dengan 112 anak, 568 cucu, dan 12 istri, Musa kini mengaku tak lagi mampu menanggung biaya hidup dan pendidikan anak-anaknya.
Ia pun meminta bantuan pemerintah untuk meringankan beban ekonomi keluarganya.
Musa, yang telah berusia lanjut, membangun komunitas keluarganya di sebidang lahan miliknya.
Untuk memberikan tempat tinggal bagi para istri dan anak-anaknya, ia mendirikan 12 rumah kecil di area tersebut.
Namun, seiring bertambahnya usia dan meningkatnya biaya hidup, Musa mulai mengalami kesulitan dalam mencukupi kebutuhan keluarganya.
Selain meminta bantuan pendidikan, Musa juga meminta para istrinya untuk menjalani program Keluarga Berencana (KB).
Ia menegaskan bahwa keluarganya sudah terlalu besar dan tidak ingin lagi memiliki anak tambahan yang semakin membebani perekonomian mereka.
Kasus Musa Hasahya mencerminkan tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh keluarga besar di negara-negara berkembang.
Pemerintah Uganda sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas permohonan bantuan yang diajukan Musa.
Namun, kisahnya telah menarik perhatian publik dan memicu diskusi tentang pentingnya perencanaan keluarga dalam menghadapi kondisi ekonomi yang semakin sulit.
Masyarakat kini menantikan apakah pemerintah akan memberikan bantuan kepada Musa dan keluarganya, atau apakah ada langkah-langkah lain yang bisa diambil untuk memastikan kesejahteraan mereka di masa mendatang. (Adam Jourdi Alfayed)