Kepala Pusat Penelitian Medis Radiologi Rusia, Andrey Kaprin, menjelaskan bahwa vaksin kanker berbasis mRNA ini bertujuan untuk membantu pengobatan pasien kanker, bukan untuk mencegah pembentukan tumor.
Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien sehingga dapat mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker yang ganas.
Dalam prosesnya, vaksin ini mengaktifkan limfosit sitotoksik, sejenis sel darah putih yang berfungsi untuk mengenali protein asing atau antigen pada permukaan sel tumor.
Setelah terdeteksi, limfosit sitotoksik akan menyerang sel kanker yang bermetastasis di seluruh tubuh, membantu memperlambat atau bahkan menghentikan penyebaran penyakit.
Kecerdasan Buatan (AI) Mempercepat Produksi Vaksin
Andrey Gintsburg mengungkapkan bahwa AI akan memainkan peran penting dalam mempercepat produksi vaksin yang dipersonalisasi untuk setiap pasien.
Teknologi AI dapat menganalisis parameter tumor dan menghasilkan "cetak biru" untuk vaksin yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien dalam waktu kurang dari satu jam.
Proses pembuatan vaksin ini kemudian dapat diselesaikan dalam waktu sekitar seminggu, jauh lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional.
Kelebihan Vaksin Kanker Berbasis mRNA
Baca Juga: Cek Fakta Bright Gas 3 Kg Siap Beredar, Ini Tanggapan Pertamina!
Berbeda dengan vaksin tradisional yang umumnya digunakan untuk mencegah penyakit, vaksin kanker berbasis mRNA dirancang untuk melatih sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali antigen spesifik yang terdapat pada tumor.
Ini memungkinkan tubuh pasien untuk secara efektif menyerang dan menghancurkan sel kanker dengan lebih tepat.
Vaksin Diberikan Secara Gratis
Meskipun saat ini biaya untuk satu dosis vaksin ini diperkirakan mencapai sekitar 300.000 rubel (sekitar Rp 47,5 juta), rencana Rusia untuk memberikan vaksin ini secara gratis kepada pasien menunjukkan dedikasi mereka dalam memerangi kanker secara global.
Perusahaan farmasi besar seperti Moderna, Merck, BioNTech, dan CureVac juga tengah mengembangkan vaksin kanker berbasis mRNA, sehingga Rusia tidak sendirian dalam perlombaan ini.
Dengan peluncuran vaksin kanker berbasis mRNA ini, Rusia berambisi memperkuat posisinya dalam revolusi medis global, memperkenalkan terapi kanker yang lebih efektif, dan memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi pasien kanker.
Penulis: Abel Alma Putri
Editor : Bahana.