Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gaya Kontroversial Elon Musk di Pelantikan Trump: Tudingan Nazi dan Janji Bawa Amerika ke Mars

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 21 Januari 2025 | 20:47 WIB
Gaya nyentrik Elon Musk saat pidato di Capitol Arena, Washington DC, Sesaat setelah Donald Trump Dilantik.
Gaya nyentrik Elon Musk saat pidato di Capitol Arena, Washington DC, Sesaat setelah Donald Trump Dilantik.

RADAR JOGJA - CEO Tesla, Elon Musk, kembali menarik perhatian publik dengan tindakan nyentriknya saat pelantikan Presiden Donald Trump di arena Capitol One, Washington DC.

Musk, yang mendapat kesempatan berpidato di hadapan ribuan orang setelah Trump resmi dilantik, memicu kontroversi dengan gerakan tangannya yang dianggap mirip penghormatan gaya Nazi.

Pada awal pidatonya, Musk terlihat menepukkan tangan ke dada sebelum mengangkatnya ke atas dengan telapak tangan menghadap ke bawah.

Gerakan ini segera menuai kritik publik, dengan sejumlah pihak menuding bahwa gestur tersebut menyerupai penghormatan yang dilakukan oleh tentara Nazi kepada Adolf Hitler.

Namun, tudingan ini dibantah oleh Anti-Defamation League (ADL), organisasi yang memerangi anti-Semitisme.

Menurut ADL, gerakan Musk lebih merupakan ekspresi canggung di tengah sorakan dan antusiasme publik, bukan simbol Nazi.

Dalam pidatonya, Musk menyebut kemenangan Trump sebagai “kemenangan yang tidak biasa” dan menekankan bahwa momen tersebut menjadi “persimpangan jalan peradaban manusia”.

Musk juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pendukung Trump dengan berkata, “Yang satu ini sangat berarti. Terima kasih telah mewujudkannya! Terima kasih!”

Lebih jauh, Musk mengungkapkan visinya tentang masa depan Amerika di bawah pemerintahan Trump.

Ia menegaskan bahwa kemenangan Trump akan membawa kembali kejayaan Amerika.

“Kita akan memiliki kota yang aman, perbatasan yang aman, dan aku akan membawa kalian ke Mars,” ujar pria berusia 53 tahun tersebut.

Pidato Musk juga menyoroti mimpinya untuk membawa manusia ke planet lain dan menciptakan kehidupan baru di sana, dengan menempatkan Amerika sebagai negara pertama yang mewujudkannya.

Elon Musk diketahui menjadi salah satu tokoh utama dalam tim sukses Trump pada Pilpres AS 2024.

Dukungan Musk kepada Trump didorong oleh visi bersama dalam eksplorasi luar angkasa serta ketegangan Musk dengan pemerintahan Joe Biden, yang dinilai tidak melibatkan dirinya dalam kebijakan terkait perubahan iklim.

Padahal, Tesla adalah produsen mobil listrik terbesar di Amerika Serikat.

Pada masa pemerintahan kedua Trump, Musk direncanakan menjabat sebagai pemimpin Departemen Efisiensi Pemerintah.

Kolaborasi antara keduanya juga mencakup misi keberlanjutan lingkungan dan eksplorasi luar angkasa, termasuk pengiriman manusia ke Mars yang menjadi salah satu ambisi terbesar Musk. (Sulthan Zidan)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#presiden donald trump #adolf hitler #kontroversi #ceo tesla elon musk