Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Garis Nasib 12 Presiden Korea Selatan: Dari Kontroversi Darurat Militer Yoon Suk Yeol hingga Sejarah Kelam Pemimpin Sebelumnya

Izzatul Akmal Fikri • Kamis, 5 Desember 2024 | 21:47 WIB
Darurat militer Yoon Suk Yeol menambah babak baru sejarah kelam para presidennya.
Darurat militer Yoon Suk Yeol menambah babak baru sejarah kelam para presidennya.

RADAR JOGJA - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol membuat langkah kontroversial pada Selasa (3/4/2024) malam, dengan mendeklarasikan status darurat militer.

Langkah ini diambil dengan alasan untuk melindungi negara dari ancaman "kekuatan komunis Korea Utara dan kelompok anti-negara".

Namun, darurat militer tersebut hanya bertahan beberapa jam sebelum akhirnya dicabut.

Keputusan ini memicu gelombang protes publik yang menuntut pengunduran diri dan penangkapan Yoon.

Di tengah tekanan publik yang semakin memanas, parlemen Korea Selatan juga dikabarkan tengah menyusun rancangan undang-undang pemakzulan terhadap Yoon.

Situasi ini mengingatkan kembali pada sejarah panjang pergolakan politik di Korea Selatan, di mana banyak presiden sebelumnya juga menghadapi tekanan yang mengancam kekuasaan mereka.

Berikut adalah catatan kelam perjalanan sejumlah pemimpin negeri Ginseng.

1. Syngman Rhee (1948-1960)

Sebagai pendiri Republik Korea, Rhee menghadapi gelombang protes besar-besaran pada 1960 yang akhirnya memaksanya mundur dari kursi kepresidenan.

Banyak pihak menganggapnya sebagai "boneka" Amerika Serikat selama masa jabatannya.

2. Yun Po-sun (1960-1962)

Hanya dua tahun menjabat, Yun dilengserkan oleh kudeta militer yang menjadi tonggak awal pemerintahan otoriter di Korea Selatan.

3. Park Chung Hee (1961-1979)

Park dikenal sebagai presiden yang otoriter dan memerintah selama 17 tahun.

Namun, kisah tragis menyelimuti akhir masa jabatannya, di mana ia dibunuh oleh teman dekatnya yang juga menjabat sebagai Direktur KCIA pada 1979.

4. Choi Kyu-hah (1979-1980)

Presiden yang hanya berkuasa selama 10 bulan ini dilengserkan melalui kudeta militer pada 1980.

5. Chun Doo-hwan (1980-1988)

Chun dikenal sebagai penguasa kejam yang membentuk kamp konsentrasi untuk "pemurnian musuh politik".

Setelah revolusi 1988, ia meninggalkan jabatannya dan pada 1996 dijatuhi hukuman mati atas keterlibatannya dalam pembantaian Gwangju.

Hukuman tersebut diubah menjadi pengampunan pada tahun berikutnya.

6. Roh Tae-woo (1988-1993)

Roh menjadi presiden pertama yang dipilih secara demokratis setelah era kediktatoran.

Namun, ia ditangkap pada 1995 karena keterlibatannya dalam kudeta militer 1980 dan menerima hukuman 22 tahun penjara sebelum akhirnya diampuni.

7. Kim Young-sam (1993-1998)

Presiden pertama yang berasal dari gerakan oposisi ini dikenal berjuang melawan korupsi, meski pernah dipenjara selama masa kekuasaan Park.

8. Kim Dae-jung (1998-2003)

Kim Dae-jung selamat dari hukuman mati selama pemerintahan otoriter.

Ia juga menyarankan pengampunan bagi Chun dan Roh untuk menciptakan rekonsiliasi nasional.

9. Roh Moo-hyun (2003-2008)

Roh menghadapi investigasi korupsi yang berat dan mengakhiri hidupnya dengan tragis pada 2009.

10. Lee Myung-bak (2008-2013)

Setelah menjabat, Lee ditangkap atas tuduhan korupsi dan penggelapan.

Ia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, tetapi diampuni oleh Yoon Suk Yeol pada 2022.

11. Park Geun-hye (2013-2017)

Presiden wanita pertama Korea Selatan ini dimakzulkan pada 2017 dan dihukum 25 tahun penjara atas kasus korupsi. Ia akhirnya diampuni pada akhir 2021.

12. Moon Jae-in (2017-2022)

Berbeda dari pendahulunya, Moon berhasil mengakhiri masa jabatannya tanpa terjerat skandal atau ancaman pemakzulan.

Langkah Presiden Yoon untuk mendeklarasikan darurat militer mencerminkan ketegangan politik yang telah menjadi bagian dari sejarah Korea Selatan.

Meski telah dicabut, tindakan ini menambah daftar panjang kontroversi yang menyelimuti kursi kepresidenan di negara tersebut.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Presiden Korea Selatan Yoon Suk yeol #Negeri Ginseng #pergolakan politik #sejarah kelam #Darurat militer Korea Selatan