Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kim Yo-jong Ngamuk, Balon Udara dari Korea Selatan Memicu Ketegangan Baru di Semenanjung Korea

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 20 November 2024 | 23:44 WIB

 

Kim Yo-jong Adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.  (https://n.news.naver.com/)
Kim Yo-jong Adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (https://n.news.naver.com/)

RADAR JOGJA - Ketegangan di Semenanjung Korea kembali memanas setelah Kim Yo-jong, adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, melontarkan ancaman keras terhadap Korea Selatan.

Ia murka karena sejumlah balon udara yang diterbangkan dari Korea Selatan mendarat di wilayah Korea Utara.

Balon-balon itu diketahui membawa barang-barang seperti snack (termasuk Chocopie), suplemen kesehatan, dan pembalut.

Melalui pernyataan yang dirilis media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA) pada 17 November, Ia menyebut pengiriman balon itu sebagai bentuk penghinaan terhadap Korea Utara dan memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.

Balon udara tersebut diduga dikirim oleh kelompok aktivis Korea Selatan yang kerap mengirimkan barang-barang dan selebaran propaganda ke Korea Utara.

Kim Yo-jong menyebut barang-barang itu sebagai "sampah yang mencemari wilayah suci Korea Utara" dan memperingatkan bahwa “kesabaran memiliki batas.”

Pada Mei 2021, Korea Selatan telah melarang aksi pengiriman balon lintas perbatasan melalui undang-undang, menyusul insiden sebelumnya yang memicu reaksi keras dari Pyongyang. Meski begitu, beberapa aktivis tetap nekat menjalankan aksinya dengan alasan kemanusiaan.

Kim Yo-jong memperingatkan bahwa tindakan pengiriman selebaran dapat memicu respons balasan dari Korea Utara. “Provokasi semacam ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Akan ada konsekuensi yang harus ditanggung,” ujar Kim Yo-jong dalam pernyataan resmi.

Pemerintah Korea Selatan sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi terhadap ancaman tersebut.

Namun, militer tetap waspada terhadap potensi eskalasi di perbatasan, termasuk kemungkinan tindakan balasan dari Korea Utara.

Dengan situasi yang kembali memanas, pengamat memperingatkan perlunya dialog dan tindakan diplomatik untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. ****

(Windu, Berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#korea utara #semenanjung korea #Korea Selatan #ketegangan