RADAR JOGJA - Seorang penembak jitu terkenal Israel, Idan Kenan, dilaporkan tewas ditembak oleh seorang sniper dari Brigade Al-Qassam saat berada di atas sebuah rumah dekat kawasan Netzarim, Gaza Utara. Dalam pertempuran di Gaza pada Minggu, 17 November 2024.
Kenan diketahui kerap terlibat dalam aksi penembakan terhadap warga sipil Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, yang menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Aksi sniper Al-Qassam ini menjadi balasan terhadap kekerasan yang dilakukan Israel di wilayah Gaza.
Brigade Al-Qassam menyebutkan bahwa operasi ini adalah bentuk perlawanan terhadap pendudukan Israel dan untuk melindungi warga Palestina yang menjadi target serangan tanpa pandang bulu.
Netzarim, sebuah kawasan di Gaza Utara, menjadi saksi bisu berbagai insiden kekerasan selama konflik berlangsung.
Penembakan ini dianggap simbolis oleh warga Palestina, yang selama ini menderita akibat aksi brutal tentara Israel.
Hingga kini, pihak militer Israel belum memberikan tanggapan resmi atas kematian Idan Kenan.
Peristiwa ini diprediksi akan meningkatkan eskalasi kekerasan di Gaza, mengingat hubungan antara Israel dan Palestina yang semakin tegang dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam insiden ini lebih dari 370 tentara Israel tewas. Selain itu, banyak kendaraan militer Israel dilaporkan hancur, termasuk tank dan buldoser, akibat perlawanan sengit dari Hamas.
Brigade Al-Qassam mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang juga bagian dari operasi pertahanan terhadap serangan pasukan Israel di Gaza utara.
Baca Juga: Mengenal Lemur Ekor Cincin, Primata Berekor Unik, Endemik Pulau Madagaskar
Serangan sniper ini menambah jumlah korban di pihak Israel dalam operasi militer yang berlangsung sejak beberapa minggu terakhir.**
(Windu, Berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin