RADAR JOGJA - Ratusan mahasiswa Dongduk Woman's University, Korea Selatan kompak memprotes rencana perubahan sistem penerimaan peserta didik di kampus tersebut.
Di mana akademisi universitas khusus perempuan ini ingin mengubah sistem penerimaan peserta didik menjadi campuran.
Wacana itu sudah dibahas sebelumnya pada pertemuan awal Oktober tentang rencana pengembangan universitas.
Salah satu yang dibahas termasuk usulan mengubah status kampus khusus wanita menjadi co-education university atau perguruan tinggi yang juga menerima mahasiswa laki-laki.
Usulan ini muncul sebagai respon atas penurunan populasi usia sekolah di Korea Selatan.
Meskipun, transisi tersebut belum resmi dibahas dan masih sebatas gagasan, para mahasiswa bereaksi keras dengan menggelar aksi protes.
Mereka menuntut pihak kampus menarik usulan tersebut dan meminta pemilihan presiden universitas dilakukan secara langsung dan terbuka.
Pada Rabu (10/11/2024), mahasiswa menyebar jaket universitas di sekitar kampus sebagai simbol penolakan.
Aksi protes ini sudah berlangsung sejak Senin (08/11/2024), di mana mahasiswa menduduki seluruh gedung kampus dan memboikot semua kelas pada Selasa (09/11/2024).
Mereka juga melukis grafiti bertuliskan “tolak transisi co-ed university” dengan pilox merah di berbagai sudut gedung.
Pihak universitas dalam pernyataan yang dirilis Selasa (09/11/2024) menegaskan, bahwa wacana transisi tersebut masih merupakan bagian dari diskusi pengembangan dan akan mempertimbangkan masukan dari seluruh pihak. (Zunairoh Mu’minatun Billah)
Editor : Winda Atika Ira Puspita