RADAR JOGJA - Dua gedung bertingkat di Gaza utara yang menjadi tempat berlindung bagi sekitar 170 orang dilaporkan hancur akibat serangan udara Israel, Jumat (1/11/2024).
Melansir Al Jazeera, kantor media Gaza menyatakan, serangan ini mengakibatkan tewasnya 84 warga Palestina, di mana 50 di antaranya adalah anak-anak.
Peristiwa ini disebut sebagai "pembantaian" karena layanan darurat tak dapat masuk ke lokasi serangan di tengah pengepungan dan bombardir Israel yang terus berlangsung.
Bangunan yang diserang, diketahui milik keluarga Shalayel dan al-Ghandour, digunakan sebagai perlindungan sementara saat serangan terjadi.
Namun, sumber dari pihak Israel tidak mengomentari langsung lokasi tersebut.
Konflik semakin meningkat di tengah kebuntuan negosiasi terkait gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Pejabat senior Hamas Abu Zuhri menyatakan, kelompoknya hanya akan menerima gencatan senjata yang bersifat permanen.
Menurutnya, Israel berusaha menolak perdamaian sejati dan hanya ingin memulangkan tahanan tanpa mengakhiri perang, sebuah proposal yang menurut Hamas tidak dapat diterima.
Abu Zuhri menambahkan bahwa mediasi yang ditawarkan Amerika Serikat dan sekutu tidak menunjukkan tanda-tanda untuk menghentikan agresi.
Pejabat Hamas lainnya, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan kepada AFP bahwa Hamas menolak proposal gencatan senjata jangka pendek dari mediator Mesir dan Qatar.
“Usulan tersebut tidak menjamin penghentian serangan secara penuh dan juga tidak meminta pasukan Israel keluar dari Jalur Gaza atau memulangkan warga yang terpaksa mengungsi akibat konflik,” tambahnya.
Editor : Winda Atika Ira Puspita