RADAR JOGJA – Persaingan menjelang Pemilihan Presiden Amerika Serikat yang akan digelar Selasa (5/11/2024) semakin memanas antara Kamala Harris dan Donald Trump.
Berdasarkan jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos yang dipublikasikan pada Selasa (29/10/2024), keunggulan Kamala Harris dan Donald Trump makin tipis. Harris unggul tipis satu poin di angka 44 persen, sementara Trump berada di 43 persen.
Sejak masuk dalam bursa pencalonan pada Juli lalu, Harris unggul dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos. Namun, sejak akhir September, dukungan untuknya terus menyusut.
Jajak pendapat yang melibatkan 1.150 orang dewasa, termasuk 976 pemilih terdaftar, mengungkapkan bahwa Trump mendapatkan keuntungan di isu-isu yang paling mendesak bagi pemilih, seperti ekonomi, lapangan kerja, dan pengangguran.
Dalam isu ekonomi, Trump unggul signifikan. Sebanyak 26 persen pemilih menganggap lapangan pekerjaan dan ekonomi sebagai masalah yang paling mendesak di negara ini, di mana Trump dinilai memiliki pendekatan yang lebih baik.
Ia juga memimpin dalam isu kebijakan imigrasi, termasuk kebijakannya tentang deportasi massal migran ilegal.
Di sisi lain, Harris unggul dalam isu penanganan ekstremisme politik dan ancaman terhadap demokrasi, meski keunggulannya semakin berkurang.
Sekitar 40 persen pemilih menilai pendekatan Harris lebih baik dalam menangani ekstremisme politik.
Persaingan ini juga ketat di negara-negara medan pertempuran atau swing states yang akan menentukan pemenang melalui Electoral College.
Ada tujuh swing states yang menjadi kunci: Georgia, Arizona, Michigan, North Carolina, Nevada, Pennsylvania, dan Wisconsin. (Zunairoh Mu'minatun Billah)
Editor : Winda Atika Ira Puspita