Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Antar Benua di Laut Timur, Unjuk Kekuatan di Tengah Ketegangan Regional

Izzatul Akmal Fikri • Kamis, 31 Oktober 2024 | 20:31 WIB

Rudal balistik Korea Utara meluncur di Laut Timur, kembali menciptakan ketegangan di Kawasan Asia.
Rudal balistik Korea Utara meluncur di Laut Timur, kembali menciptakan ketegangan di Kawasan Asia.


RADAR JOGJA - Korea Utara kembali menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) yang meluncur menuju perairan lepas pantai timurnya, Kamis pagi (31/10/2024), dalam aksi yang disebut sebagai upaya Kim Jong-un untuk menunjukkan kapasitas militernya sebagai negara adidaya nuklir.

Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan menyampaikan, peluncuran tersebut, yang terpantau sekitar pukul 07.10 waktu setempat, mengarah ke Laut Timur atau Laut Jepang.

Menurut JCS, rudal tersebut diluncurkan dalam lintasan tinggi, di mana ICBM bergerak hampir vertikal mencapai ketinggian ekstrim dan mendarat kembali dalam jarak pendek dari titik peluncuran.

Manuver ini memungkinkan Korea Utara untuk mengumpulkan data dari uji coba yang berguna untuk memahami hambatan yang terjadi saat hulu ledak kembali ke atmosfer.

Laporan dari Yonhap menyebut bahwa Pyongyang belum meluncurkan ICBM sejak Desember 2023 dan belum melakukan uji coba rudal sejak September tahun ini.

Peluncuran rudal ini terjadi satu hari setelah Korea Selatan memperingatkan kemungkinan uji coba nuklir ketujuh oleh Korea Utara, yang juga tengah mempertimbangkan peluncuran rudal jarak jauh yang berpotensi mencapai wilayah AS.

Selain itu, ketegangan meningkat karena pengiriman pasukan Korea Utara ke Rusia, yang ditujukan untuk mendukung operasi di Ukraina.

Di Washington, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menyoroti laporan pergerakan pasukan Korea Utara ke zona konflik di Ukraina dengan menggunakan seragam serta peralatan militer Rusia, menyebut langkah tersebut sebagai “perkembangan yang membahayakan stabilitas".

Korea Selatan menambahkan bahwa lebih dari 11.000 tentara Korea Utara dikirim ke Rusia, dan setidaknya 3.000 diantaranya telah dipindahkan ke garis depan di Rusia bagian barat.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#ICBM #korea utara #Laut Timur #antar benua #rudal balistik