RADAR JOGJA - Pertikaian antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada akhir pekan lalu.
Tel Aviv melaporkan bahwa sejumlah fasilitas militer menjadi target serangan, yang diklaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai operasi sukses yang menghancurkan.
Menurut pemerintahan Netanyahu, langkah ini adalah tanggapan tegas atas ratusan rudal balistik dan hipersonik yang diluncurkan Iran ke Israel pada 1 Oktober lalu.
Berikut fakta-fakta penting seputar serangan Israel ke Iran:
1. Serangan Israel Telan Korban Jiwa
Dilansir dari AFP, serangan Israel menyebabkan dua tentara Iran tewas di Teheran dan dua wilayah lainnya.
Militer Iran mengkonfirmasi laporan tersebut pada Sabtu (26/10/2024), sementara Israel menyebut serangan itu sebagai "serangan akurat" terhadap target-target militer.
Sejak Sabtu dini hari, ledakan besar mengguncang Teheran, diduga akibat sistem pertahanan udara yang aktif merespons serangan udara Israel, seperti dilaporkan stasiun TV Iran (IRNA).
2. Fasilitas Militer Iran Jadi Sasaran
Militer Israel menyebut fasilitas produksi rudal, sistem misil permukaan-ke-udara, dan berbagai infrastruktur pertahanan Iran sebagai target utama dalam serangan tersebut.
Militer Iran menegaskan bahwa beberapa pangkalan di Teheran, Khuzestan, dan Ilam mengalami kerusakan.
Media pemerintah Suriah juga melaporkan serangan udara Israel di wilayah mereka dari arah Dataran Tinggi Golan dan Lebanon. Iran, bersama sekutunya seperti Hamas, Hizbullah, dan Houthi, kerap bersatu dalam perlawanan melawan Israel di kawasan Timur Tengah.
3. Iran Tuding AS Bantu Israel
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan Israel tersebut.
Dalam wawancara dengan TV Nasional Iran pada Minggu (27/10/2024), ia menyebut AS telah mengizinkan Israel untuk menggunakan wilayah udara yang dikendalikan AS dalam operasi ini, serta memberikan peralatan pertahanan bagi Israel.
Araghchi menegaskan keterlibatan AS dalam ketegangan kawasan Timur Tengah ini semakin jelas dan menilai tindakan tersebut turut memicu eskalasi konflik.
4. Netanyahu Berlindung di Bunker
Di tengah situasi panas, Netanyahu dilaporkan bersembunyi di sebuah bunker bersama Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant, di markas besar Kementerian Pertahanan di Tel Aviv.
Melansir Middle East Eye (MEE) Serangan Israel yang diklaim "tepat sasaran" ini disebut-sebut dilakukan sebagai balasan setelah berbulan-bulan menghadapi serangan dari pihak Iran.
5. Iran Klaim Serangan Israel Tidak Signifikan
Kantor Berita Iran, IRNA, menyatakan bahwa meskipun menjadi sasaran serangan Israel, sistem pertahanan udara Iran berhasil menangkis serangan itu, dengan kerusakan minim di fasilitas militer di Teheran, Khuzestan, dan Ilam.
Melansir dari Reuters, Iran mengklaim serangan balasan yang mereka lakukan berhasil mencegat serangan Israel dan meminimalkan dampaknya.