Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Konflik Israel-Hizbullah Kian Memanas: Tiga Jurnalis Tewas dalam Serangan Udara Israel di Lebanon

Izzatul Akmal Fikri • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 21:56 WIB

MTiga jurnalis Lebanon tewas dalam serangan udara Israel di Lebanon, menyoroti bahaya besar yang dihadapi pers.
MTiga jurnalis Lebanon tewas dalam serangan udara Israel di Lebanon, menyoroti bahaya besar yang dihadapi pers.

RADAR JOGJA - Serangan udara Israel kembali menelan korban di Lebanon pada Jumat (25/10) dini hari waktu setempat, menewaskan tiga jurnalis yang tengah berada di Hasbaya.

Berdasarkan laporan media Lebanon, NNA, Israel meluncurkan serangan yang menyasar kediaman para pekerja media di wilayah dekat perbatasan Suriah tersebut.

Serangan ini semakin menyoroti ketegangan yang meluas di perbatasan Lebanon akibat agresi Israel.

Baca Juga: Bingung Mulai Belajar Bahasa Jepang? Inilah Tips Mudah dan Cepat Bagi Pemula untuk Menguasai Bahasa Jepang

Melansir AFP, serangan berlangsung sekitar pukul 3.30 pagi, dan dua dari tiga jurnalis yang menjadi korban adalah juru kamera televisi Al Mayadeen, Ghassan Najjar, serta teknisi penyiaran Mohammad Reda.

Sementara itu, kantor berita Al Manar juga menyampaikan kabar duka bahwa fotografer mereka, Wissam Qassem, turut tewas dalam serangan udara itu.

Dilansir dari Al Mayadeen, Najjar disebut sebagai “seorang ayah yang mendedikasikan hidupnya untuk mengungkapkan kebenaran di tengah risiko yang terus mengancam.”

Baca Juga: Budaya Minum Miras 'Sopi' di Nusa Tenggara Timur: Tradisi yang Terjaga, Berisiko Mematikan Jika Dikonsumsi Berlebihan

Selain kediaman para pekerja media, serangan juga menghancurkan kantor Al Mayadeen di Beirut, yang sebelumnya telah dikosongkan demi keamanan.

Serangan ini menandai eskalasi baru dalam konflik Israel dengan milisi Hizbullah di Lebanon yang semakin intensif sejak agresi Israel ke Gaza meluas ke wilayah Lebanon lebih dari sebulan lalu.

Israel mengklaim bahwa serangannya di Lebanon ditujukan untuk menargetkan basis pertahanan Hizbullah, yang diduga terlibat dalam rangkaian serangan balasan ke wilayah Israel.

Baca Juga: Prediksi Brighton and Hove Albion vs Wolves Liga Inggris Sabtu 26 Oktober Kick Off 21.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Pada 23 September lalu, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran dan disusul dengan operasi serangan darat di Lebanon.

Data Kementerian Kesehatan Lebanon yang dihimpun AFP menunjukkan bahwa serangan Israel telah menewaskan setidaknya 1.580 orang di Lebanon sejak awal serangan.

Namun, jumlah korban tewas diduga masih lebih tinggi dari angka yang tercatat resmi akibat kesenjangan dalam data korban.

Baca Juga: Batal Diresmikan Jokowi, MAJT An-Nuur Magelang Sudah Bisa Difungsikan

Komite Perlindungan Jurnalis mencatat bahwa sejak perang antara Israel dan Hamas pecah pada Oktober 2023, sedikitnya 128 jurnalis dan pekerja media telah kehilangan nyawa di Gaza, Tepi Barat, Israel, dan Lebanon, menggambarkan risiko besar yang dihadapi para pekerja pers dalam meliput konflik ini.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Israel #lebanon #serangan israel #hizbullah