RADAR JOGJA - Amerika Serikat memberikan peringatan tegas kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai operasi militer Israel di Lebanon, bahwa tindakan tersebut tidak boleh menyerupai serangan di Jalur Gaza Palestina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller mengingatkan, serangan Israel tidak boleh membawa konsekuensi yang sama merusaknya seperti yang terjadi di Gaza.
Miller mengungkapkan, tidak ada tindakan militer yang diperbolehkan di Lebanon yang dapat mengakibatkan kehancuran serupa dengan yang dialami di Gaza.
Baca Juga: Netanyahu Desak PBB Tarik UNIFIL dari Lebanon, Tuduh Jadi Tameng Hizbullah di Tengah Serangan Israel
Peringatan ini disampaikan dalam konteks Netanyahu yang mengancam warga Lebanon dengan kemungkinan kehancuran negara mereka jika tidak melepaskan diri dari kelompok milisi Hizbullah.
Dalam pernyataannya Netanyahu menegaskan, Lebanon memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri sebelum terperosok ke dalam perang yang panjang dan menyakitkan.
Sejak 1 Oktober, Israel telah meluncurkan serangan darat di Lebanon selatan, dengan dalih untuk menetralkan wilayah perbatasan.
Baca Juga: Belgia 1-2 Prancis, Kolo Muani Brace, Mike Maignan: Ini Adalah Malah Yang Luar Biasa
Akibatnya, jutaan warga Lebanon terpaksa mengungsi setelah militer Israel memerintahkan evakuasi.
Serangan yang awalnya di klaim sebagai operasi "terbatas" tersebut kini meluas, menargetkan berbagai lokasi yang diyakini sebagai benteng Hizbullah di Lebanon selatan, timur, dan pinggiran selatan Beirut.
Miller juga menyebutkan pentingnya menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan dalam setiap tindakan militer, serta menghindari dampak negatif bagi warga sipil di Lebanon.
Peringatan ini mencerminkan keprihatinan mendalam AS tentang eskalasi kekerasan di kawasan yang dapat berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan.
Editor : Winda Atika Ira Puspita