RADAR JOGJA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara tegas mendesak agar pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) segera meninggalkan wilayah Lebanon bagian selatan.
Ia menuduh bahwa Hizbullah, kelompok militan yang beroperasi di wilayah tersebut, sengaja menggunakan markas UNIFIL sebagai tameng untuk melindungi diri dari serangan pasukan darat Israel (IDF).
Tudingan ini disampaikan Netanyahu beberapa saat setelah tank-tank Israel dilaporkan mendobrak dan menerobos gerbang utama di Lebanon selatan.
Pasukan Israel mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari operasi penyelamatan anggota IDF yang terluka dalam pertempuran di kawasan itu.
Dalam pernyataannya, Netanyahu menyatakan bahwa IDF telah meminta UNIFIL untuk segera meninggalkan markas mereka dan pindah ke zona yang lebih aman, mengingat kondisi medan perang yang semakin memanas.
Namun, menurut Netanyahu, permintaan ini ditolak oleh pasukan penjaga perdamaian PBB, meskipun jumlah anggota UNIFIL yang terluka terus bertambah.
Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja edisi Selasa, 15 Oktober 2024
Tak hanya itu, Netanyahu juga menyampaikan pesan peringatan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak agar pasukan UNIFIL segera ditarik mundur dari area yang dianggapnya sebagai perlindungan bagi teroris Hizbullah.
"Saatnya Anda menarik mundur pasukan UNIFIL dari pertahanan Hizbullah dan dari area pertempuran, Tuan Sekjen (Guterres)," ujar Netanyahu dalam bahasa Ibrani, seperti dikutip dari The Times of Israel.
Ia menambahkan, "IDF sudah berulang kali menyatakan ini dan selalu ditolak, semua ditujukan untuk menjadi tameng bagi teroris Hizbullah. Bawa pergi UNIFIL dari daerah berbahaya. Harus dilakukan sekarang, segera."
Meski mendapat tekanan dari Israel, UNIFIL tetap bersikukuh untuk bertahan di pos mereka.
Pasukan PBB itu menyatakan bahwa IDF dengan sengaja menyerang sejumlah pos mereka, termasuk di Naqoura, salah satu markas utama UNIFIL.
Sejauh ini, lima anggota pasukan UNIFIL, termasuk yang berasal dari Indonesia dan Sri Lanka, dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan oleh pasukan Israel.
Baca Juga: Belgia 1-2 Prancis, Kolo Muani Brace, Mike Maignan: Ini Adalah Malah Yang Luar Biasa
Ketegangan di Lebanon selatan semakin meningkat di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah, dengan UNIFIL berada di tengah-tengah sebagai pasukan penjaga perdamaian yang bertugas untuk mengawasi perbatasan.
Namun, serangan yang semakin intensif membuat kondisi semakin tidak aman bagi pasukan penjaga perdamaian ini.
Editor : Winda Atika Ira Puspita