RADAR JOGJA - Pada Oktober 2018, Kanada menjadi salah satu negara pertama di dunia yang secara resmi melegalkan penggunaan mariyuana untuk keperluan rekreasi.
Kebijakan ini dibuat dengan tujuan utama melindungi kesehatan dan keamanan konsumen konsumen serta mengurangi kriminalitas.
Namun, enam tahun setelah penerapan kebijakan tersebut, berbagai dampak muncul, terutama di bidang kesehatan dan sosial, yang memberikan gambaran kompleks mengenai legalisasi ganja.
Dampak Beragam dalam Kesehatan dan Keamanan Publik
Legalisasi ini diharapkan membawa manfaat dalam meningkatkan keamanan publik dan menekan angka kriminalitas terkait narkoba.
Namun, hasil yang terlihat cukup beragam. Sebuah artikel yang diterbitkan di Canadian Medical Association Journal pada 10 Oktober 2024, yang dikutip dari Guardian mengungkapkan, adanya peningkatan signifikan dalam beberapa aspek kesehatan.
Penggunaan ganja, kunjungan darurat terkait konsumsi ganja, rawat inap, dan kasus gangguan mengemudi yang disebabkan oleh ganja, semuanya meningkat atau tetap stabil selama periode tersebut.
Salah satu contoh yang cukup mencolok adalah di Ontario, di mana tercatat lonjakan 13 kali lipat dalam kunjungan ke unit gawat darurat.
Selain itu, ada hampir dua kali lipat peningkatan pada pelayanan kesehatan terkait kehamilan akibat penggunaan ganja.
Tidak hanya itu, studi lain menunjukkan adanya peningkatan hampir tiga kali lipat dalam kasus keracunan ganja pada anak-anak.
Penurunan Kriminalitas dan Dampak Sosial
Meski ada kekhawatiran terkait dampak kesehatan, ada sisi positif dari kebijakan ini. Penurunan signifikan dalam jumlah penangkapan dan tuntutan kriminal terkait penggunaan ganja menjadi salah satu pencapaian penting dari legalisasi ini.
Hal ini tidak hanya mengurangi beban sistem peradilan, tetapi juga menghilangkan stigma sosial terkait pengguna ganja, baik di kalangan remaja maupun orang dewasa.
Menurut para penulis artikel tersebut, pengurangan stigma ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap keadilan sosial dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Pengguna ganja di Kanada meningkat sejak legalisasi, dari 22 persen pada 2017 menjadi 27 persen pada 2022, tetapi tingkat penggunaan harian tetap stabil di sekitar 25 persen.
Undang-Undang Cannabis Act di Kanada memberi hak kepada orang dewasa untuk mengakses hingga 30 gram ganja kering di tempat umum, serta mengizinkan penjualan ganja melalui toko ritel maupun daring.
Selain itu, masyarakat juga diperbolehkan menanam ganja dalam jumlah terbatas untuk keperluan pribadi.
Namun, pembatasan terhadap pengemudi yang menggunakan ganja juga diperketat guna mencegah peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas terkait narkoba.
Dampak pada Generasi Muda
Salah satu perhatian utama dari legalisasi ganja adalah dampaknya pada generasi muda.
Meskipun data nasional menunjukkan bahwa penggunaan ganja di kalangan remaja tetap stabil, penelitian di Ontario dan Alberta mencatat peningkatan sekitar 20 persen dalam kunjungan darurat terkait ganja pada remaja selama enam tahun legalisasi berjalan.
Hal ini memicu kekhawatiran terkait bagaimana kebijakan ini memengaruhi kesehatan mental dan fisik generasi muda di masa mendatang.
Meski berbagai tantangan muncul, legalisasi ganja di Kanada juga telah berhasil mengurangi beban kriminalitas terkait narkoba dan memberikan akses yang lebih aman bagi konsumen.
Namun, evaluasi berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengatasi dampak kesehatan yang timbul, khususnya di kalangan remaja dan anak-anak.
Editor : Winda Atika Ira Puspita