RADAR JOGJA - Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Yoav Gallant, akhirnya buka suara terkait rangkaian ledakan alat komunikasi milik Hizbullah, termasuk pager dan walkie-talkie, yang terjadi di beberapa wilayah Lebanon dalam dua hari terakhir.
Gallant mengisyaratkan bahwa Israel tengah memasuki "era baru" dalam perang, dengan pusat gravitasi konflik bergerak ke arah utara.
Dalam kunjungannya ke pangkalan Angkatan Udara Ramat-David di Israel utara, Gallant memuji prestasi luar biasa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang bekerja sama dengan badan keamanan lain, seperti Shin Bet dan Mossad. Ia menyebut bahwa hasil dari kolaborasi ini sangat mengesankan.
Pernyataan Gallant tersebut, yang dikutip dari Reuters, menjadi pengakuan pertama dari pejabat Israel bahwa pihak keamanan Israel berada di balik serangan terhadap alat komunikasi di Lebanon.
Operasi yang melibatkan ledakan ribuan pager ini merupakan kerja sama antara IDF dan Mossad, yang bertujuan melemahkan jaringan komunikasi Hizbullah.
Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya sembilan orang dan ratusan lainnya luka-luka akibat ledakan walkie-talkie pada Rabu (18/9/2024).
Gallant juga menekankan, bahwa Israel kini berada di awal fase baru dalam peperangan ini, yang memerlukan adaptasi.
Ia menambahkan, bahwa kekuatan dan sumber daya Israel kini berfokus pada wilayah utara, sebuah indikasi bahwa ketegangan di perbatasan dengan Lebanon semakin meningkat.
Sebelumnya, ledakan pager Hizbullah telah menyebabkan 12 orang tewas, termasuk dua anak-anak, dan melukai lebih dari 2.800 orang di seluruh Lebanon.
Hizbullah, melalui pernyataan resminya, menuding Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Mereka menyebut serangan ini sebagai tindakan agresi kriminal dan bersumpah akan membalas Israel atas insiden tersebut.