Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rentetan Ledakan Pager Mematikan di Lebanon: 9 Tewas, 2.800 Terluka, Hizbullah Tuding Israel sebagai Dalang

Izzatul Akmal Fikri • Rabu, 18 September 2024 | 21:03 WIB

Suasana di American University of Beirut Medical Center (AUBMC) setelah ledakan pager pada Selasa (17/9/2024)
Suasana di American University of Beirut Medical Center (AUBMC) setelah ledakan pager pada Selasa (17/9/2024)


RADAR JOGJA - Pada Selasa (17/9/2024) waktu setempat menjadi hari yang kelam bagi Lebanon setelah rentetan ledakan ledakan alat komunikasi pager atau penyeranta menghantam berbagai lokasi di negara tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, setidaknya 9 orang tewas dan lebih dari 2.800 lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 16.45 waktu setempat.

Insiden ini berlangsung selama satu jam dan melibatkan sejumlah lokasi, termasuk pinggiran Beirut selatan, kota Ali Al-Nahri dan Riyaq di lembah Beqaa Lebanon tengah, serta Sidon dan Tirus di Lebanon selatan.

Kepala Kesehatan Lebanon, Firass Abiad, menyampaikan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, bahwa dari ribuan orang yang terluka, sekitar 170 berada dalam kondisi kritis.

Banyak korban mengalami cedera serius di bagian perut, tangan, dan wajah, terutama di area mata.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Beirut, Abiad juga menjelaskan, rumah sakit di Lebanon selatan menghadapi kesulitan besar dalam menangani lonjakan pasien yang memerlukan perawatan intensif, dengan lebih dari 100 rumah sakit yang kewalahan menghadapi jumlah korban yang begitu banyak.

Dalam peristiwa ini, kelompok militan Hizbullah menuduh Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangkaian ledakan tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa malam, Hizbullah menyatakan bahwa Israel harus sepenuhnya mempertanggungjawabkan serangan yang mereka sebut sebagai "kriminal," yang telah menyebabkan banyak warga sipil menjadi korban jiwa, terluka, dan kehilangan tempat tinggal.

Hizbullah juga memperingatkan akan adanya pembalasan yang akan ditimpakan pada Israel, baik melalui cara yang sudah diprediksi maupun yang tidak terduga.

Dalam ledakan tersebut,Duta Besar Iran untuk Lebanon Mojtaba Amani, turut menjadi korban dalam insiden ini.

Amani mengalami cedera ringan dan sedang dan menjalani perawatan di rumah sakit. Dua pegawai kedutaan Iran juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Ledakan pager ini terjadi setelah kabinet keamanan Israel memutuskan untuk memperluas tujuan perang, termasuk memastikan penduduk di perbatasan kembali ke rumah mereka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan, Israel akan melakukan segala yang diperlukan untuk mengembalikan penduduk ke rumah mereka.

Sementara Menteri Pertahanan Yoav Gallant menekankan, bahwa satu-satunya cara untuk memungkinkan penduduk kembali adalah melalui tindakan militer.

Hamas, sebagai sekutu dekat Hizbullah, turut mengecam rentetan ledakan ini dan juga menuding Israel sebagai pelaku.

Mereka mengutuk serangan tersebut sebagai agresi teroris Zionis yang menargetkan warga sipil Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati juga mengutuk serangan tersebut sebagai "agresi kriminal Israel," yang menurutnya merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Lebanon.

Dalam upaya membantu Lebanon, Yordania telah menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyampaikan simpati dan dukungan Yordania untuk keamanan, kedaulatan, dan stabilitas Lebanon dalam percakapan telepon dengan Mikati.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#rentetan ledakan #Israel #lebanon #ledakan #Agresi Israel #militer israel #hizbullah #hamas