Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejarah dan 5 Fakta Menarik Paralimpiade Paris 2024: 60 Tahun Inklusivitas dan Semangat Juang Atlet Disabilitas

Izzatul Akmal Fikri • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 16:51 WIB
Opening Ceremony Paralimpiade Paris 2024
Opening Ceremony Paralimpiade Paris 2024

RADAR JOGJA - Setelah Olimpiade Paris 2024 yang begitu meriah, kini perhatian dunia tertuju pada perhelatan Paralimpiade yang akan memeriahkan kembali Kota Paris.

Paralimpiade merupakan ajang olahraga internasional yang khusus diadakan bagi para atlet disabilitas, biasanya digelar dua pekan setelah penutupan Olimpiade.

Tahun ini, Paralimpiade Paris 2024 akan menandai 60 tahun penyelenggaraannya yang penuh sejarah dan makna.

Paralimpiade ini bermula dari gagasan Sir Ludwig Guttmann, seorang dokter Yahudi yang melarikan diri dari Jerman ke Inggris selama Perang Dunia II.

Setelah membuka pusat perawatan cedera tulang belakang di Rumah Sakit Stoke Mandeville di Buckinghamshire, Dr. Guttman menemukan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam proses pemulihan para veteran perang yang terluka.

Awalnya, kegiatan ini hanyalah sebuah kompetisi persahabatan di halaman rumah sakit.

Namun, dari sinilah kemudian Paralimpiade pertama lahir di Roma, Italia, pada tahun 1960.

Ajang tersebut diikuti oleh 400 atlet dari 23 negara yang berbeda, sebuah tonggak awal yang terus berkembang hingga kini.

Sejak pertama kali diselenggarakan, Paralimpiade telah berkembang dengan pesat menjadi semakin inklusif dan melibatkan berbagai jenis disabilitas.

Tujuan utama dari ajang ini adalah untuk mempromosikan inklusivitas, kesetaraan, serta semangat juang di kalangan para penyandang disabilitas.

Paralimpiade juga berupaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap disabilitas, sekaligus menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk mencapai potensi maksimal mereka.

Tahun ini, Paris akan menjadi tuan rumah Paralimpiade yang akan digelar dua pekan setelah penutupan Olimpiade 2024.

Selama 11 hari mulai dari 28 Agustus hingga 8 September.

Lebih dari 4.000 atlet disabilitas dari 169 negara akan berkompetisi untuk mengharumkan nama negara mereka dalam 22 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Berikut ini adalah lima fakta menarik tentang Paralimpiade Paris 2024:

1. Sejak tahun 1988, Olimpiade dan Paralimpiade selalu diselenggarakan di kota dan tempat yang sama, sebuah tradisi yang menunjukkan kesetaraan dalam olahraga.

2. Awalan "para" dalam Paralimpiade berasal dari bahasa Yunani yang berarti "di samping”.

Filosofinya adalah bahwa Paralimpiade berlangsung berdampingan dengan Olimpiade.

3. Pada awalnya, Paralimpiade hanya diperuntukkan bagi atlet yang menggunakan kursi roda.

Namun, mulai tahun 1976, program resmi Paralimpiade diperluas untuk mencakup peserta dengan berbagai jenis disabilitas lainnya, seperti amputasi dan gangguan penglihatan.

4. Simbol Paralimpiade terdiri dari tiga gelombang yang disebut “Agitos,” yang dalam bahasa Latin berarti "Saya bergerak."

Gelombang ini memiliki tiga warna, yaitu merah, biru, dan hijau yang masing-masing melambangkan fisik (kekuatan tubuh), jiwa (semangat), dan pikiran (intelektual).

5. Setiap cabang olahraga Paralimpiade memiliki sistem klasifikasinya sendiri untuk memastikan persaingan yang adil.

Atlet diklasifikasikan berdasarkan seberapa besar dampak disabilitas mereka terhadap performa di lapangan.

Dengan fakta-fakta menarik tersebut, Paralimpiade Paris 2024 bukan hanya sebuah ajang olahraga, tetapi juga sebuah perayaan semangat, keberanian, dan ketangguhan manusia.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#ajang olahraga internasional #Opening Ceremony #Disabilitas #kota paris #Paralimpiade 2024