RADAR JOGJA - Para atlet dari berbagai negara yang mengikuti kompetisi olimpiade Paris 2024 tinggal di kampung atlet, Saint Denis, Prancis.
Kampung tersebut memberikan berbagai macam fasilitas seperti kamar, makan serta area-area yang disediakan khusus untuk menunjang kenyamanan atlet beristirahat.
Namun ada pro dan kontra terkait fasilitas yang disediakan di tempat tinggal Olimpiade Paris kali ini.
Bahkan dikabarkan beberapa atlet dari berbagai negara memilih untuk tinggal di luar kampung atlet ini.
Berikut beberapa fakta unik dari kampung atlet:
1. Kasur yang digunakan terbuat dari kardus
Kasur yang ada di Olimpiade Paris mirip dengan kasur yang disediakan di Olimpiade Tokyo.
Yakni, kasur terbuat dari kardus. Tujuan lebih ramah lingkungan.
Hal ini disambut baik oleh beberapa atlet, seperti salah satu atlet indonesia yang merasa sangat nyaman dengan adanya kasur tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa kasur itu lumayan keras sehingga membantu untuk menjaga postur tubuh menjadi tetap tegak, namun hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan beberapa atlet lain.
Seperti atlet asal Amerika Serikat yang merasa kasur tersebut tidak layak untuk digunakan karena terlalu keras.
Beberapa atlet beranggapan bahwa kasur tersebut anti sex karena tidak akan dapat menahan beban berat apabila digunakan.
Namun ternyata sudah di uji coba oleh beberapa atlet dengan melompat-lompat dikasur tersebut, mereka beranggapan bahwa kasur tersebut cukup kokoh untuk menahan berat mereka.
2. Tidak disediakan AC
Sebagaimana halnya kasur yang terbuat dari kardus tidak disediakannya AC adalah karena faktor pelestarian lingkungan panitia penyelenggara memberikan beberapa alternatif sumber udara lain.
Namun hal itu dianggap belun cukup, dan menuai banyak komplain dari negara-negara perserta.
Hal ini kemudian membuat panitia penyelenggara mengizinkan para atlet untuk membeli AC dengan budget masing-masing hal ini kemudian membuat beberapa negara seperti Indonesia membeli AC untuk kamar-kamar atlit mereka.
Namun hal ini tetap saja menuai kritik dari berbagai pihak, karena dianggap memberikan kesenjangan antar negara.
3. Para atlet harus berbagi kamar mandi
Adanya kampung ini, diharapkan dapat memberikan sensasi olimpiade yang sesungguhnya dimana para atlet akan berlatih dan tinggal bersama.
Sehingga memungkinkan mereka berbagi kamar mandi dengan lawan.
Hal ini diungkapkan salah satu petenis asal AS dia memutuskan pindah karena merasa aneh apabila harus berbagi kamar mandi dengan 10 atlet lain, yang kedepannya akan bertanding melawan dirinya. (Aina Puspita Ningrun)
Editor : Meitika Candra Lantiva