Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Idul Adha 2024 di Indonesia, Pemerintah Bareng Muhammadiyah tapi Beda dengan di Arab Saudi, Ini Alasannya

Berliana Dhea Nursita • Rabu, 12 Juni 2024 | 00:17 WIB
Di puncak Gunung Arafah, atau yang dikenal sebagai Gunung Rahmat, jamaah haji memanjatkan doa
Di puncak Gunung Arafah, atau yang dikenal sebagai Gunung Rahmat, jamaah haji memanjatkan doa

 



RADAR JOGJA  - Idul Adha yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, adalah salah satu perayaan agama Islam yang penting.

Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah dalam kalender Islam. Namun, perbedaan dalam penentuan tanggal ini antara Indonesia dan Arab Saudi telah menjadi perhatian.

Dilansir dari Muhammadiyah.or.id, alasan perbedaan perayaan Idul Adha antara Indonesia dan Arab Saudi terletak pada cara penentuan tanggal hari raya.

Menurut Ruslan Fariadi, Ketua Bidang Fatwa dan Pembinaan Pembinaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, perbedaan tanggal Idul Adha ini disebabkan karena digunakannya metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dilakukan Muhammadiyah.

Cara ini menentukan tanggal Idul Adha berdasarkan penanggalan lunar, tanpa menunggu pengukuhan wukuf di Arafah oleh pemerintah Arab Saudi.

Sedangkan Arab Saudi menggunakan penentuan tanggal berdasarkan wukuf di Padang Arafah.

Meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan tanggal puasa Arafah, yang terpenting adalah kesatuan hati dalam menjalankan ibadah.

Kesadaran akan perbedaan ini dapat membawa umat Muslim untuk lebih memahami dan menghormati perbedaan dalam kalender Islam

Editor : Heru Pratomo
#hari raya kurban #Muhammadiyah #puasa arafah #idul adha #wujudul hilal #Arab Saudi #hisab hakiki #kalender islam